GHMN : Tuntut Bupati Mojokerto Mengundurkan

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read

JJ Mojokerto | Dengan pakaian serba hitam para pengunjuk rasa yang menamakan Gerakan Harimau Mojopahit Nusantara melakukan perjalanan dengan titik start jalan Teratai Kecamatan Sooko, menuju Kantor Bupati Mojokerto dengan membawa keranda mayat

Setibanya di depan kantor Pemkab Mojokerto jalan Ahmad Yani 16 Mojokerto, koordinator aksi Samtoyo SH, langsung melakukan orasi dengan diikuti ratusan masyarakat, Rabu (15/6/2022).

Dalam aksinya, ratusan masa ini membawa poster bertuliskan kritikan terhadap kepemimpinan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Di antaranya, poster bertuliskan mosi tidak percaya Bupati Ikfina, Pemkab Mojokerto Di Sabotase MKP dan Wayahe Mojokerto Tangi. Selain itu juga ada poster bertuliskan Bupatine Oleng, 5 Juni Hari Lingkungan hidup se Dunia hanya pencitraan, Galian C Ilegal Mojokerto Dibiarkan.

Selain itu, ada salah satu poster berukuran besar berukuran 4 x 6 meter terpampang foto Mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa dan istrinya Ikfina Fatmawati yang kini menjadi Bupati Mojokerto, serta Sekda Teguh Gunarko.

Dalam poster ukuran besar tersebut terdapat beberapa tulisan, antara lain membiarkan koruptor MKP mengatur Pemerintahan, tebang pilih berantas galian C Ilegal, manipulasi seleksi Sekda 2021, Melanggengkan jual beli jabatan, ratusan nyawa mati karena Efisiensi APBD 2021.

 

Omong kosong pembangunan jembatan Talun brak, pemaksaan pembelian material pembangunan BK ke perusahaan pribadi MKP, Merusak mental pejabat menjadi budak penguasa, membungkam peran masyarakat dalam pengawasan, nemecah belah persatuan masyarakat, pemilik 37 dari 80 Aset TPPU MKP dan APBD bukan untuk kepentingan masyarakat tapi untuk kenyamanan penguasa.

Setelah orasi, pihak kepolisian, perwakilan pengunjuk rasa diperkenankan masuk untuk audensi menemui perwakilan Bupati untuk menyampaikan langsung tuntutannya, karena Bupati ada acara, maka Kepala Bakesbangpol Nugroho Budi Sulistiya mewakili Bupati Nugroho didampingi KabagOp Polresta, Kasatpol PP dan beberapa Intel dari TNI Polri tampak ikut didalam ruang audensi.

Dalam audensi tersebut koordinator aksi Santoyo, SH menyampaikan keinginannya agar Bupati Mojokerto mengundurkan diri.

Ditempat yang sama Nugroho Panggilan akrab Kepala Bakesbangpol ini menanggapi atas pernyataan korlap aksi bahwa Ibu Bupati itu ingin memajukan masyarakat Mojokerto secara tulus untuk perbaikan masyarakat Mojokerto.

Setelah keluar dari ruang audensi penanggung jawab Aksi Samtoyo SH melanjutkan aksi orasinya dengan memegang bendera merah putih sambil diringi lagu -lagu nuansa nasionalisme.

Selanjutnya Santoyo meluapkan kekecewaannya pada kepemimpinan Bupati Ikfina. Bahkan ratusan masa ini berkali kali melempari baliho bergambar mantan Bupati Mustofa Kamal Pasa, Bupati Ikfina dan Sekda Teguh Gunarko dengan telur busuk. Akibat aksi masa itu pun para pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang berjaga merasakan bau yang kurang sedap.

 

Masih Puji Samtoyo, penanggung jawab aksi unjuk rasa mengatakan, mereka melakukan aksi unjuk rasa ini sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Mojokerto.
(Jo)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *