Mojokerto, Jejak jurnalis, id – Berkah dari adanya lomba catur di depan kios Pasar Rakyat Trowulan pada hari minggu tanggal 13 Agustus 2023 kemarin, menjadikan para pedagang kewalahan untuk melayani pembeli, karena banyaknya pembeli untuk makan dan minuman di UMKM area parkir pasar rakyat tersebut.
Pelaksanaan lomba catur se Jawa Timur tersebut merupakan keberkahan tersendiri dari pedagang.
Seperti yang disampaikan oleh Sugik yang merupakan panitia, sekaligus anggota Event Organized Mustika saat mamantau jalannya pertandingan, juga memantau para pedagang di area parkir menuturkan pada awak media ini bahwa ” dampak dari lomba catur ini merupakan keuntungan besar dari para pedagang di arena parkir pasar ini.”
Masih Sugik ” Pedagang disini dan pembeli yang kebanyak dari para pemain maupun suporter saling antri untuk membeli, seperti pedagang pentol keliling yang merapat kesini kelihatannya bolak balik pulang ambil dagangannya 5 kali dan habis, juga Warung DOD yang jual ayam dan bebek bakar kelihatan penuh pembeli, begitu juga pedagang es degan yang jualan di pojok sana, sambil nunjuk lokasinya, juga beberapa kali beli es batu dan degan, serta Warung kopi Mas Johan yang dekat musholla dan lainnya juga ramai, Alhamdulillah para pedagang hari ini laris semua, namun sayangnya pedagang lesehan Ronggo Lawe belum buka, karena bukanya malam, habis magrib.”

Sementara itu Mbah Jo selalu pimpinan EO Mustika yang berkolaborasi dengan Disperindag Kab. Mojokerto mengatakan “luar biasa mas, pelaksanaan catur sukses dan pedagang juga diuntungkan karena dagangannya laris.
Lebih lanjut Mbah Jo menambahkan ” Saya puas dengan keduanya, seperti air mengalir saling diuntungkan, ya kayak istilah simbiosis mutualisme gitu lho mas,’
Masih Mbah Jo, memang kami dalam Mustika selalu membagi tugas, seperti Pak Sugik, tugasnya memonitor jalannya pertandingan dan juga monitor para UMKM yang ada, artinya semua pedagang laris semua atau bagaimana, dan dia setelah acara selesai dia laporan ke saya mengatakan laris semua pak, para penjual baik di area parkir main di dalam kios kewalahan melayani pembeli.”
Lanjutnya, begitu juga teman yang lain, Masing-masing punya tugasnya sendiri, termasuk telah usai kegiatan kita bareng-bareng membersihkan sampah, terutama sampah plastik dan kertas, karena kalau tidak segera dibersihkan kelihatan sangat kotor.
Ditempat yang sama salah satu warga sekitar pasar mengatakan , kalau setiap minggu ada kegiatan, saya yakin tidak lama pasar ini akan ramai, dan saya juga senang, saya juga akan jualan disini juga.
Lebih lanjut, kata Mbah Jo “Memang lapak-lapak disini sudah ada pemiliknya, namun mereka tidak mau jualan karena takut tidak laku dan mereka memilih kalau sudah ramai baru mulai buka, dan inilah yang menyebabkan pasar rakyat tidak bisa ramai karena semua saling tunggu ramai dulu.”
Masih Mbah Jo, sambil menunjuk beberapa lapak yang ada sekarang, kosong semua, kayaknya mereka inden tempat dulu dengan menempatkan lapaknya dan dibiarkan kosong beberapa tahun, dan inilah tugas saya selalu pimpinan EO Mustika bersama dengan Disperkndag untuk membuat gebrakan agar pasar ini cepat aktif. Pungkasnya. (Nov)






