Jombang, Jejakjurnalis.id – Untuk mendukung program prioritas pemerintah pusat, RSUD Jombang terus berperan aktif dalam memberikan edukasi cara mencegah dan penanganan Stunting kepada masyarakat khususnya warga Jombang.
Hal ini di sampaikan oleh dr.Agustina Mufidah di RSUD Jombang Selasa (27/2/24). Bahwa stunting atau yang dikenal dengan perawakan pendek adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis, adanya infeksi berulang atau kurangnya stimulasi psikososial.
dr.Agustina menyampaikan bahwa pencegahan stunting bisa di mulai saat perencanaan kehamilan, ibu hamil harus sehat bugar dan cukup gizi, untuk meminimalkan kelahiran bayi prematur atau bayi berat lahir rendah yang beresiko terjadinya stunting.
“Saat masa kehamilan disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter. Dan perlu juga memenuhi asupan nutrisi yang baik selama kehamilan,” jelasnya.
Menurut dr. Agustina bahwa pertumbuhan anak pada 1000 hari pertama itu sangat penting, karena merupakan golden period tumbuh kembang anak.
“Harus selalu di pantau tumbuh kembang anak apakah sesuai dengan milestone (tumbuh kembang anak sesuai usia yang meliputi motorik kasar, motorik halus, bahasa dan personal sosial).
Jika di temukan adanya keterlambatan tumbuh kembang maka harus di cari penyebabnya, apakah fungsi oromotor bermasalah?, apakah yg bermasalah motorik kasar atau motorik halus?, jika di temukan penyebabnya maka anak harus segera di lakukan penanganan seperti stimulasi motorik ataupun oromotor sesuai dengan penyebabnya,” urainya.
Penyebab tersering pada bayi beresiko adalah daya hisap yang tidak adekuat, sehingga asi/susu tidak optimal masuk. Penyebab lain kalau sudah MPASI seperti anak tidak bisa naik tekstur, pilih pilih makanan, batuk kalau makan, dsb.
Hal ini bisa memicu kekurangan gizi dan jika berlangsung lama akan terjadi gangguan tumbuh kembang dan terjadilah stunting. Penanganan stimulasi oromotor, motorik menjadi sangat penting bagi anak anak yang beresiko.
“Dengan observasi sedini mungkin, penanganan segera, stimulasi yang adekuat bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Keberhasilan ini tidak hanya dari dokter dan tim rehab, tapi harus di dukung dengan keluarga dan lingkungan,” pungkasnya. (Dit)