Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Jembatan penghubung antara Desa Japan dan Desa Sambiroto Kecamatan Sooko samakin cantik berkat kerja sama yang baik dari kedua desa tersebut.
Awal mulah Jembatan CINTA KASIH SAYANG ini berdasarkan cerita dari tokoh masyarakat Desa Sambiro yang juga pengusaha sepatu Abah El biasa dipanggilnya mengatakan ” dulu jembatan itu dari Pring mas, berhubung waktu itu banyak orang lain, selain warga dua desa itu ikut lewat situ dan ditambah semakin banyaknya anak sekolah yang juga lewat jembatan itu. Saya kasihan pada anak-anak sekolah takut kejebur sungai mas.” terang Abah El.

Masih Abah El, banyak anak sekolah dari kedua desa tersebut, dulu kalau sekolah muter lewat Prajurit Kulon, akhirnya atas kesepakatan tokoh masyarakat kedua desa, digantilah dengan rangka besi dan lantainya dari plat besi, kira-kira 10 tahunan mas.
Lanjut Abah El, sekarang jembatannya sudah apik mas, itu baru selesai dibangun sekitar tiga bulanan. Pungkas haji yang suka sepakbola ini. Senen, 13/02/2023.
Ditempat lain, Farid Kades Sambiroto saat dihubungi awak media ini mengatakan ” jembatan itu dibangun secara swadaya dari dua desa yaitu desa saya dan desa Japan dan sekarang sudah nampak terang, bersih dan indah serta kelihatan bagus, kalau malam biasanya dipakai Selfi sama anak-anak muda.’ tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Desa Japan mengatakan awal mulah Jembatan itu dikasih nama “Jembatan Cinta Kasih Sayang” itu dari Pak Salim Kades Japan, kalau analoginya coban tanyakan sendiri ke Pak Lurah mawon. Terangnya.
Lanjut Carik,
Ngge swadaya dari masyarakat pak. Pekerjanya juga dari warga sendiri, tegasnya.
Lebih lanjut H. Salim Kades Japan menegaskan “bahwa awal mula jembatan dengan nama Cinta Kasih Sayang adalah agar jembatan tersebut biar dicintai oleh warga dua desa itu serta disayangi oleh semua orang yang melintas jembatan itu.
Ternyata jadi kenyataan jembatan itu sering didatangi anak-anak muda, malah ada yang foto-foto. terangnya. (Heni)






