Madiun, Jejakjurnalis.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun, menggelar Bantuan Sosial (Bansos) dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) pencairan dana cukai, Dana Bantuan Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok PT. Digjaya Mulia Abadi (DMA) Jalan Raya Tiron Nglames Kabupaten Madiun, Selasa (9/7/2024).
Pelaksanaan pencairan BLT dana DBHCHT tersebut dilaksanakan di area pabrik rokok PT. DMA, dengan jumlah penerima sebanyak 537 orang, dengan nilai nominal masing-masing sebesar Rp. 1.400.000,- melalui bank BPD Kabupaten Madiun.
Untuk pelaksanaan pencairan melalui bank BPD Kabupaten Madiun, seperti yang disampaikan salah satu petugas bank, kalau pihaknya secara MoU sebatas penyerahan BLT ke penerima dalam hal ini buruh pabrik rokok DMA, sebanyak 537 orang mulai bulan April hingga Juni tahun 2024.
Sementara itu secara terpisah, Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun, Drs. Agung Budiarto, di ruang kerjanya kepada wartawan menyampaikan, dana bagi hasil cukai itu sebenarnya dibagikan untuk pertama ke buruh petani tembakau, buruh pekerja rokok, dan masyarakat lainnya.
Lebih lanjut katanya, untuk kegiatan bantuan BLT ke pekerja di pabrik rokok DMA Nglames kemarin, pihaknya diberikan kewenangan untuk menyalurkan tentang data by name by adressnya itu, yang bersumber dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun. (10/7).
“Biarpun bersumber dari Disnaker, pihaknya dalam hal ini Dinsos juga memferivikasi ulang terhadap, bagaimana masyarakat mereka itu sudah masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ujarnya.
Agung menambahkan, setelah kita ferivikasi selanjutnya di SK kan menjadi SK Bupati, maka penyalurannya itu pihaknya kerja sama dengan bank daerah Kabupaten Madiun, nanti diserahkan secara tunai oleh bank.
“Dalam hal ini Dinas Sosial tidak terlibat dalam penyaluran uangnya, tetapi terlibat dalam sistem admistrasinya yang harus dipenuhi itu menjadi tugas Dinsos,” ungkapnya.
“Saya berharap, media juga memberikan informasi-informasi yang tepat bagi mereka, bahwa semua itu tepat sasaran tidak ada pemotongan apapun, seandainya ada pemotongan bisa dilaporkan ke Dinsos atau aparat hukum kalau itu terjadi, pihaknya menginginkan semua bisa clear,” pungkas Agung. (Ben).






