MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Sadio Mane adalah Penyerang serba bisa, pencetak gol yang produktif, dengan ciri utamanya adalah penyelesaian akhir, kecepatan, teknik, dan tipu daya dalam penguasaan bola, serta pengambilan keputusan, kesadaran taktis, kreativitas, kelincahan, keseimbangan, kontrol, sentuhan pada bola, dan keterampilan menggiring bola.
Pemain asal negara Senegal yang bergaji 5 milyar lebih perminggu ini merupakan salah satu pemain yang diperhitungkan oleh tim lawan dan sekaligus pemain mega bintang dengan profil sederhana kesehariannya.
Pemain kelahiran 1992 (34 tahun) lahir di Bambali, Sedhiou, Senegal, yang sekarang bermain di Klub Liga utama Inggris Liverpool dan merupakan pemain Timnas Senegal pada Piala Dunia 2026.
Debut profesionalnya diawali dengan bergabung pada klub Metz merupakan liga dua Prancis pada 14 Januari 2012.
Per 31 Agustus 2012 – 2014, Mane pindah ke klub Bundesliga Austria Red Bull Salzburg dengan biaya transfer terbesar ketiga yang pernah diterima FC Metz sebesar Rp. 82,4 miliar dan merupakan mencetak hat-trick pertamanya saat melawan untuk klub SC Kalsdorf di putaran ketiga Piala Austria.
Mane menempati posisi keempat untuk Ballon d’Or 2019 dalam penghargaan untuk Pemain Pria FIFA Terbaik, dia berada di peringkat kelima pada 2019 dan keempat pada 2020.
Pada 1 September 2014, Mane ditransfer ke klub Liga Premier Southampton seharga 280.467 milyar selama kontrak empat tahun. Dia melakukan debutnya 22 hari kemudian dalam kemenangan 2-1 Piala Liga atas Arsenal, memenangkan penalti untuk gol pertama Southampton.
Kemudian 2016, bergabung dengan Liverpool dengan biaya transfer sebesar 815,24 miliar dengan kontrak lima tahun. Biaya transfer itu membuatnya menjadi pemain Afrika paling mahal dalam sejarah pada saat itu. Dan membuat debut Liga Premier untuk The Reds, mencetak gol keempat dalam kemenangan tandang 4-3 melawan Arsenal.

Selama berada di Liverpool, pada musim 2018-2019, Mane menandatangani kontrak jangka panjang baru dengan Liverpool. Pada 21 Oktober 2019, Mane masuk dalam daftar 30 pemain untuk Ballon d’Or 2019. Pada tanggal 2 Desember ia berada di peringkat ke-4 untuk penghargaan, di belakang Lionel Messi, rekan setimnya di Liverpool Virgil van Dijk dan Cristiano Ronaldo.
Di Piala Afrika 2021, Mane membintangi Senegal saat mereka memenangkan kompetisi ini untuk pertama kalinya di final melawan Mesir. Sebelum final Mane mencetak tiga gol dan dua assist dan dinobatkan sebagai Player of The Tournament.
Penghargaan saat di Red Bull Salzburg, yakni : Austrian Bundesliga: 2013–2014 dan Austrian Cup: 2013–2014
Di Liverpool
Premier League: 2019–20
UEFA Champions League: 2018–19
UEFA Super Cup: 2019
FIFA Club World Cup: 2019
Di Senegal
Africa Cup of Nations: 2021
Individual.
CAF Team of the Year: 2015, 2016, 2018, 2019.
PFA Team of the Year: 2016–2017.
Premier League, 2018–2019.
Premier League, 2019–2020
Premier League Player of the Month: August 2017, March 2019, November 2019
Liverpool Fans’ Player of the Season Award: 2016–2017
Liverpool Players’ Player of the Season Award: 2016–2017
Premier League Golden Boot: 2018–2019
UEFA Champions League Squad of the Season: 2018–2019
UEFA Team of the Year: 2019
Africa Cup of Nations Player of the Tournament: 2021
Africa Cup of Nations Team of the Tournament: 2019, 2021
African Footballer of the Year: 2019
Onze d’Or: 2018–19
IFFHS Men’s World Team: 2019
ESM Team of the Year: 2018–2019
PFA Fans’ Player of the Year: 2019–2020
IFFHS CAF Men Team of The Year: 2020
IFFHS CAF Men’s Team of the Decade 2011–2020
IFFHS Best CAF Men’s Player of the Year: 2020
Walaupun menyandang banyak prestasi, tapi gaya hidup kesehariannya tidak menunjukkan keganasan di lapangan hijau. Meskipun penghasilannya besar, namun dia tidak menunjukkan seorang milyader, hal ini dapat dilihat dari handphone yang biasa dibawanya sudah banyak layarnya keliatan retak-retak.
Mane selalu sederhana, namun dermawan, baginya uang adalah alat bermatematika untuk meretas takdir, dia tidak butuh mobil ferarri dan jam tangan berlian banyak, karena itu tidak membantunya atau membantu dunia, Orang tuanya pernah kelaparan, bekerja di sawah untuk bertahan hidup tanpa pendidikan, oleh karena itu hari ini saya menggunakan sedikit yang saya miliki untuk membangun masjid untuk masa depan orang-orang di kampung halaman saya.
Dia berkata, ini bukan suatu pencitraan, diam-diam Mane mengubah total Bambali kampung halamannya yang terpencil dia dibesarkan untuk mengubahnya menjadi kampung modern dengan membangun rumah sakit gratis, masjid, SPBU dan lapangan sepakbola milyaran rupiah.
Karena dia tidak ingin ada anak orang lain kehilangan orangtua seperti dirinya akibat tidak adanya fasilitas medis, membangun sekolah modern dan membangun jaringan internet 4G, bahkan membagikan tunjangan bulanan sebesar 1,5 juta untuk setiap keluarga miskin di desanya.
Dia membangun peradabannya sendiri, inilah bagian pikiran kita yang paling berkesima. Di Eropa dia adalah monster lapangan hijau yang ditakuti bek-bek dunia, namun saat pulang ke kampung halamannya, dia melepas status bintangnya, dia tanpa pengawalan, memakai pakaian sederhana dan berbaur dengan warga, dia tidak memakai kekayaannya untuk membeli validasi pujian manusia, namun membeli kehidupan yang layak bagi generasi muda di negaranya.
Sadio Mane mengajarkan kepada kita sebuah kebenaran yang dingin bahwa kekayaan sejati tidak pernah diukur dari apa yang melekat ditubuhmu, melainkan dampak apa yang bisa kamu tinggalkan untuk memanusiakan manusia yang lain. Diambil dari beberapa sumber. (Jo)