Madiun, Jejakjurnalis.id – Kabupaten Madiun, Jawa Timur, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Indek Demokrasi Indonesia (IDI), di ruang rapat Bakesbangpol pada, Kamis (30/11/2023).
FGD ini merupakan tahapan lanjutan dari penyusunan IDI sebelumnya, dimana telah dilakukan kegiatan koding koran, dokumen, pengumpulan data sekunder, serta hasil indikator dari portal berita online.
Seperti yang disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun, Mashudi, melalui Kabid Politik Dalam Negeri dan Ormas, Robani mengatakan, bahwa Indeks Demokrasi disusun untuk membantu pemerintah dalam memotret perkembangan demokrasi utamanya di Kabupaten Madiun.
“Selanjutnya hasil dari kegiatan ini akan dijadikan acuan untuk merumuskan pembangunan politik yang lebih terukur,” terang Robani.
Lebih lanjut Robani menjelaskan, Indeks Demokrasi Indonesia adalah alat ukur kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan dan penerapan demokrasi, dan manfaatnya secara akademis adalah untuk menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi itu sendiri.
Tambahnya, penghitungan IDI dengan menggunakan metode baru diharapkan mampu menjawab tantangan selama ini, dan indikator yang dihasilkan juga mampu menggambarkan kondisi demokrasi akurat.
Peningkatan pencapaian IDI di Kabupaten Madiun tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.
“Tetapi juga peran semua unsur masyarakat Kabupaten Madiun dalam memberikan dukungan pada pengumpulan data dilapangan sekaligus sebagai Quality Control,” jelasnya.
“Untuk seluruh yang hadir pada FGD ini hendaknya dapat ikut berkontribusi dengan menyapaikan pendapat, saran, dan masukkannya, agar mendapatkan hasil yang terbaik buat kita semua,” pungkasnya.
Acara FGD tersebut dihadiri berbagai Instansi mulai dari Perangkat Daerah, Polres Madiun, Kejasaan Negeri Kabupaten Madiun, Akademisi, dan Praktisi. (Ben).