HPN Ke. 77 Di Mojokerto Dikemas Dengan Open Talk Wartawan

Redaksi
By Redaksi
4 Min Read

Mojokerto,Jejakjurnalis.id – Rasa gembira dan bersyukur yang dialami para jurnalis di seluruh Indonesia dan tidak terkecuali di Mojokerto menggelar Hari Pers Nasional (HPN) yang ke. 77, dimana HPN sejatinya tanggal 9 Pebruari.

Dengan tema “Media Berperan Serta Dalam Membangun Kabupaten Mojokerto”, yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab. Mojokerto, Jalan Ahmad Yani no 16, Sabtu, 11/2/2023

Tampak hadir dalam gelaran ini adalah Wakil Bupati Mojokerto Gus Barra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab. Mojokerto, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto.

Dalam momen HPN 2023 kali ini, panitia HPN sengaja mengisi momen itu dengan Open Talk Wartawan atau tanya jawab seputar tugas kejurnalisan dengan mendatangkan tiga narasumber sekaligus. Kapolres Mojokerto, Ardi Sepdianto,
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab. Mojokerto, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto.

Dalam Momen HPN 2023, Wakil Bupati Muhammad Al Barra telah membuka Open Talk Junalis, orang nomer dua di Pemkab. Mojokerto itu juga berpesan, dalam tugas jurnalis agar memegang keprofesionalan untuk mengabarkan.

Narasumber open talk dalam momen HPN 2023. Kapolres Mojokerto diwakili oleh Bayu, Kabag.OP Polres Mojokerto. Didampingi Ujek (CEO Media online Jurnalmojo.com)
“Fungsi Pers sebagai fungsi informasi, edukasi, juga hiburan. jadi harus profesional dan tetap mementingkan kode etik yang berlaku,” ucap Gus Barra panggilan akrab Wakil Bupati Mojokerto di depan puluhan awak media. Sabtu (11/2/2023).

Gus Barra juga berharap dalam acara Open Talk Wartawan semoga berjalan dengan lancar.

Dimulai acara Open Talk Wartawan, narasumber pertama Kapolres Mojokerto di wakili oleh Bayu Kabag OP Polres Mojokerto. Telah memberikan penjelasan tugas pokok dan fungsi Polisi Republik Indonesia.

“Yang intinya kami Polisi Republik Indonesia bersama wartawan sama-sama bekerja,” cetus Bayu.

Ardi Sepdianto, Kepala Diskominfo Pemkab. Mojokerto sebagai narasumber kedua mengatakan, bagaimana membawa kedamaian di Kabupaten Mojokerto harus bekerja secara profesional.

“Pers ini masuk katagori profesi, maka sebuah profesi apapun tentunya profesinalitas di junjung tinggi,” tegas Ardi.

Ia menambahkan, karya jurnalis harus bisa mempunyai narasi yang baik, tulisan juga harus berimbang.

Lanjut Ardi, Tulisan harus menyejukan, tidak mengandung ujaran kebencian dan sebagainya, itu adalah sebuah tuntutan profesional yang tentunya nanti harus dipunyai oleh teman-teman dalam memberitakan peristiwa,” tegas Ardi.

Sementara itu, narasumber terakhir Ketua PWI Mojokerto Sholahudin juga memberikan pencerahan tentang peran media Pers dengan media sosial.

“Media Pers adalah perusahan media yang dilengkapi dengan ijin-ijin perusahaan, serta tidak rentan hoax. Kalau media sosial rentan hoax juga bisa langsung berurusan dengan hukum atau UU ITE,” jelasnya sambil menayangkan tabel di layar acara.

Dalam kesempatan yang sama, Machroji Makhfud Ketua Panitia kegiatan HPN 2023 mengatakan, Dalam rangka HPN wartawan Mojokerto memanfatkan momentum tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik. Maka diisi dengan open talk atau dialog berbagai materi.

“Bagaimana meningkatkan kualitas wartawan sebagai orang bekerja supaya profesional kedepan lebih baik, tidak menyimpang dari tujuan Pers,” jelas
Machroji

Machroji juga memberikan pesan kepada semua wartawan agar dalam menyuguhkan informasi tetap mementingkan informasi yang mendidik, kritik sosial dan hiburan.

Perlu di ketahui, dalam acara Open Talk Wartawan momen Hari Pers Nasional (HPN) diikuti puluhan jurnalistik dari berbagai media yang ada di Mojokerto Raya, baik cetak maupun media online dan hadir pula puluhan aktivis serta ormas yang ada di Mojokerto. (Jo)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *