Bakesbangpol Gelar Fasilitasi Pembauran Kebangsaan Tahun 2024

Redaksi
By Redaksi
3 Min Read

Madiun, Jejakjurnalis.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Madiun, menggelar kegiatan Fasilitasi Pembauran Kebangsaan tahun 2024 mengambil tema “Merajut Kesatuan dan Kesatuan Dalam Keberagaman”, Kamis (6/6/2024).

Kegiatan tersebut diadakan di ruang rapat Bakesbangpol Kabupaten Madiun, di hadiri oleh Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kabupaten Madiun, Mashudi, S.Sos, M.Si, sekaligus membuka acara dan nara sumber, di dampingi Kabid Idiologi, Wasbang dan Ketahanan Ekososbud-Agama, Krisbiyanto, S.Sos, beserta jajarannya. 

Serta mengundang nara sumber dari Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Madiun, H. Tarum Hadi Purnomo, S.H, dan peserta dari perwakilan 15 kecamatan, maupun  perwakilan etnis, dan anggota FPK dari 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun, sebanyak 60 orang. 

Dalam sambutannya Kaban Mashudi mengatakan, kegiatan ini memang sudah kita agendakan dimana kita termotivasi untuk melaksanakannya, bahwa harus kita pupuk kebersamaan dan Nasionalisme, yang mana kepulauan Indonesia begitu banyak serta berbagai macam suku, etnis dan agama. 

Lanjut sambungnya, kita harus menjaga kebersamaan, kalau tidak menjunjung tinggi Nasionalisme dan kebersamaan kita akan terpecah-pecah, jika menginginkan satu kelompok aja atau menginginkan negara Islam aja pasti bubar. 

“Untuk itu keanekaragaman ini yang harus kita junjung tinggi, dan kita harus menjaga kebersamaan diantara kita,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Kaban Mashudi menambahkan, Forum Pembauran Kebangsaan ini sudah lama kita lakukan juga, konsep akhirnya bagaimana Kabupaten Madiun selalu Kondusif. 

Mashudi menyampaikan, kemajuan era teknologi informasi sangat memberikan manfaat yang sangat banyak dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. Tetapi dampak negatifnya dari kemajuan teknologi informasi juga sangat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Dampak negatif sudah nampak dalam kehidupan kita sehari-hari, diantaranya pengaruh budaya asing yang sudah berada pada level mengancam generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Mashudi menambahkan, masyarakat sangat mudah mempelajari di media sosial tanpa filter yang tepat, disamping itu maraknya hoax di medsos yang sudah beberapa kali berubah menjadi konflik di masyarakat. 

“Dengan berpedoman teguh pada Pancasila serta UUD.1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI merupakan solusi yang sangat tepat untuk menangkal pengaruh buruk kemajuan teknologi informasi,” pungkasnya. 

Dari situ kita berharap untuk kegiatan pemilu kedepan aman, lancar dan tidak ada halangan sesuatu apapun tetap satu, Insyaallah, Kabupaten Madiun tetap aman dan kondusif.    (Ben).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *