Aliansi Danyang Mojopahit Kecewa Tidak Bisa Ketemu Dengan Komisi I Dan IV DPRD Kabupaten Mojokerto

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: 32768; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Aliansi Danyang Mojopahit (ADAM) adalah perkumpulan dari pemimpin padepokan, paguyuban, komunitas, dan lembaga-lembaga adat, aktivis LSM, serta Media yang biasa menulis tentang budaya.

Aliansi ini sejatinya akan bertemu dan beraudiensi dengan Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto terkait keberadaan PT. Buana Multi Tehnik untuk ditinjau dan dikaji ulang perijinannya, karena keberadaan Pabrik tersebut berada di zona Cagar Budaya Trowulan.

Urib Widodo, saat bertemu dengan Catur Kabid Pemberitaan Sekretariat DPRD di Lobby Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, mengatakan surat sudah kami serahkan tanggal 11 Juni 2025 yang lalu, dan sekarang anggota dewan lagi tidak ada di tempat semua, katanya study banding. Ujarnya. Senen (16/6). Siang,

Sementara itu, Drs. Kartiwi, selalu koordinator ADAM setelah berbicara dengan Catur, langsung mengajak rombongan ADAM untuk menuju ke ruangan di lantai 2, dimana diruangan tersebut sudah ditunggu oleh Plt. Sekretaris Dewan Deddy Muhartadi.

Didalam audensi tersebut, Deddy Muhartadi membuka acara, sekaligus meminta maaf kepada rombongan ADAM karena anggota Komisi I dan IV sekarang tidak ada di tempat karena sedang melakukan kunjungan kerja keluar propinsi.

Dia berjanji akan meneruskan hasil pertemuan ini kepada ketua DPRD maupun ke ketua Komisi I dan Komisi IV, jika sudah kembali ke Mojokerto. Tegas Plt. Sekwan ini.

Ditempat yang sama, Drs. kartiwi sebagai koordinator sekaligus juga memandu jalannya pertemuan, mengatakan mengingat anggota DPRD Kabupaten Mojokerto sekarang tidak ada tempat, maka kami menunggu info lebih lanjut dari Sekwan untuk bertemu dengan Komisi I dan IV, sekaligus kami meminta agar kepala BPK (Badan Pelestari Budaya) dan direktur PT. Buana Multi Teknik untuk diundang sekalian. Tegasnya.

Audensi tersebut dihadiri sekitar 50 orang dan tiga pejabat dari Sekretariat DPRD Kabupaten Mojokerto, yakni Sekretaris, Kabid Pemberitaan, dan Kasi serta dua Staf. (Jo)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *