Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Seorang pria tewas mengenaskan disambar kereta Api (KA) Dhoho jurusan Surabaya – Blitar di perlintasan kereta Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Kondisi tubuh korban hancur akibat kejadian itu.
Sekuriti Stasiun Mojokerto, Riski Krisdianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masinis KA tersebut itu setibanya di Stasiun sekitar pukul 19.08 WIB. Minggu, (31/3/2023). Malam.
Masinis menginformasikan kereta api telah menemper pejalan kaki di KM 56+00 Tarik – Mojokerto.
Mendapat informasi tersebut, Riski segera medatangi ke titik kordinat yang dilaporkan misinis. Sesampainya dilokasi, ia menemukan seorang laki-laki yang sudah tidak bernyawa lagi di tengah rel kereta api.
“Korban laki-laki. Kondisinya sudah tidak bernyawa,” kata Riski di lokasi kejadian.
Tubuh korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat beberapa bagian tubuh korban ditemukan berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.
Bagian tubuh korban yang dikumpulkan dalam satu kantong jenazah, dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Selain tubuh korban, di lokasi juga ditemukan sandal, gitar, dan sejumlah uang receh milik korban.
“Mungkin cari nafkah ya, ada gitar dan uang di lokasi, infonya pengamen,” ucap Riski.
Belakangan, Korban diketahui bernama Agus Eko Saptanto (41) warga Kelurahan Wates, Kecamatan, Magersari Kota Mojokerto.
Berdasarkan informasi yang diterima Riski, korban diduga seorang pengamen, yang saat itu korban hendak menyeberang rel jalur ganda seorang diri dari utara ke selatan.
Disaat bersamaan melintas KA Dhoho dari arah timur menuju stasiun Mojokerto.
“Tadi itu orangnya menyebrang, terus tidak tahu kalau dari arah belakang ada kereta, akhirnya dia tertemper kereta Dhoho jurusan Surabaya – Blitar,” Jelas Riski. (Jo)






