Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Kampanye Pasangan Calon (paslon) nomor 1 di Desa Plososari Kecamatan Puri dihadiri Calon Bupati Mojokerto tahun 2024 dr. Ikfina Fatmawati. M.Si didatangi ratusan pendukungnya. Rabu, (20/11/2024). Malam.
Dalam orasinya, Ikfina menyampaikan melanjutkan programnya yang belum diselesaikan, terutama infrastruktur terutama jalan lingkungan, jalan usaha tani. Katanya.
Masih Ikfina, ternyata pembangunan jalan-jalan di Kabupaten Mojokerto dapat apresiasi dari warga kabupaten lain, seperti warga gresik mengatakan senang ke Mojokerto karena jalanya enak, halus, kalau malam terang, dibandingkan dengan daerahnya sangat jauh. Termasuk warga Sidoarjo, asli orang Mojokerto mengatakan, kalau ngurus kependudukan di Mojokerto cepat, beda dengan di Sidoarjo. Ujar Bupati.
Dia melanjutkan, saya berjanji akan meneruskan program saya yang belum terselesaikan, selain insfrastruktur, yakni terkait masalah pupuk dan permasalahannya, serta air untuk persawahan, intinya akan melanjutkan pembangunan di segala bidang. Mangkanya kalau ganti bupati pasti programnya berbeda, sehingga program pembangunan yang belum tuntas itu tidak akan terselesaikan. Jelas Ikfina.
Terkait di medsos, ada akun khusus Ikfina, di Tiktok, ujar Ikfina “saya ini dijelek-jelekan dan dituduh korupsi, saya sabar saja, kalau saya korupsi pasti KPK menangkap saya, karena KPK tidak tidur, tapi mana buktinya, itu semua hoax. Tapi kalau meracuni masyarakat Mojokerto saya tidak rela. Ujar Bupati yang cuti saat musim kampanye ini.
Dipamungkas orasinya, Ikfina minta ijin, dan doa restu serta dukungannya untuk ganti wakil bupati, karena wakilnya yang dulu sejak lama ingin jadi Bupati, dan Allah akhirnya menghendaki saya ganti wakil bupati yang lebih baik, dan dia juga putra kyai Khusen Ilyas, kyai asli Mojokerto. Dan saya dengan Gus Dulloh akan melanjutkan program-program yang sudah terinci yang belum terselesaikan.
Gus Dulloh adalah lulusan pondok pesantren dan ahli kitab yang sering mewakili Kyai Khusen dalam pengajian-pengajian, serta beliau juga sarjana ekonomi pembangunan dan S-2 ekonomi keuangan, sehingga cocok dalam melanjutkannya pembangunan di Kabupaten Mojokerto. Tegas Ikfina. (Jo)






