Wamendagri RI Pimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Mingguan Pengendalian Inflasi Daerah Secara Virtual Di Pemkab.Mojokerto

Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Rapat koordinasi (Rakor) Evaluasi Mingguanl Pengendalian lInflasi Daerah secara virtual, dipimpin langsung oleh Wamendagri RI.

Dalam kesempatan rapat virtual ini Wamendagri menjelaskan paparannya tentang
a. Kepatuhan penyampaian laporan minggu kedua November 2022, 19 Pemda belum menyampaikan laporan.
b. 6 (enam) upaya konkrit Pemda dalam penanganan Inflasi daerah.
c. Langkah tindak lanjut, dalam pelaksanaan 6 (enam) upaya konkrit Pemda dalam penanganan Inflasi daerah. Senin , 14/11/2022 di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab. Mojokerto jalan Ahmad Yani nomor 16 Kota Mojokerto

Sebagai penanggungjawab kegiatan ini adalah Drs. Teguh Gunarko. M. Si (Sekda Kab. Mojokerto),

Setelah paparan dari Wamendagri dilanjutkan dengan paparan berikutnya yaitu :
1. Dari Pejabat Kemendag RI yang intinya menjelaskan tentang :
a. Kebijakan stabilitas.
b. Prognosa neraca pangan Nasional periode Januari-Desember 2022.
c. Aksi Badan Pangan Nasional : – Dalam stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi Nasional.
– Dalam stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi Nasional.
d. KPSH beras Medium (1).
e. Realisasi mobilisasi komoditas pangan dengan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) dan B2B.

2. Badan Pusat Statistik yang menjelaskan tentang :
a. Catatan peristiwa : Global dan domestik.
b. 20 komoditas terpilih dalam pantauan mingguan.
c. Bobot komoditas terpilih.
d. Sumber data : SP2KP- Kemendag.
e. Pantauan kenaikan harga komoditas tertinggi.
f. Wilayah IPH tinggi Minggu ke-2 November 2022.
g. Rekapitulasi Tonase BPM/OP Provinsi dan Kab/Kota.
h. Fluktuasi harga.

3. Kemenpertan RI menjelaskan tentang :
a. Prognosa neraca pangan Nasional Januari-Desember 2022.
b. Luas panen dan produksi pad Nasional.
c. Strategi baru dan langkah operasional menghadapi krisis pangan global.

4. Laporan inflasi daerah paling terendah dari Prov. Papua Barat, oleh Pj Gubernur Papua Barat yang menjelaskan tentang :
a. Perkembangan inflasi Papua barat 2022.
b. Komoditas penyumbang inflasi dan deflasi.
c. 4 K keterjangkauan harga.
d. 4 K ketersediaan pasokan.
e. 4 K kelancaran distribusi.
f. 4 K komunikasi efektif.
g. Tantangan dan peluang.

5. Laporan inflasi oleh Wagub Nusa Tenggara Timur yang intinya menjelaskan tentang :
a. Kondisi inflasi Provinsi NTT – Oktober 2022.
b. Komoditas pendorong dan penahan inflasi Provinsi NTT- Oktober 2022 (YOY).
c. Upaya pengendalian inflasi Provinsi NTT.

6. Penyampaian pejabat Kejagung adalah :
P- Kami siap memberikan pendampingan hukum bila diperlukan oleh Pemda.

7. Penyampaian Wadir TP Densus Polri yang intinya, menjelaskan tentang :
a. Kegiatan Satgas pangan dalam mengendalikan inflasi pangan bersama dengan K/L terkait.
b. Data penegakan hukum bahan pokok pangan.
c. Perkembangan realisasi pengadaan gabah/beras dengan skema komersial tahun 2022 wilayah Sulsel dan Sulbar.
d. Satgas pangan daerah dalam SKEP Tim Pengendalian Inflasi di Daerah (TPID).

8. Penyampaian Koorsahli Panglima TNI menjelaskan :
– Jajaran TNI sudah kami instruksikan, untuk membantu secara maksimal langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah daerah untuk bisa monitoring stabilitas harga yang ada di pasar.

9. Paparan Bupati Indragiri hilir menjelaskan tentang :
a. Strategi pengendalian inflasi.
b. Geografis Indragiri Hilir.
c. Potensi Indragiri Hilir.
d. Angka inflasi daerah Kabupaten Indragiri Hilir.
e. 9 strategi pengendalian inflasi daerah Kab. Indragiri Hilir.
f. Upaya tim pengendalian Inflasi daerah Kab. Indragiri Hilir.

10. Paparan Sekda Kab. Kotabaru, sebagai daerah inflasi cukup tinggi menjelaskan tentang :
a. Kondisi Geografis Kab. Kotabaru.
b. Perkembangan indeks harga konsumen/inflasi Kab. Kotabaru Oktober 2022.
c. Kegiatan operasi pasar murah dalam rangka pengendalian Inflasi daerah Kab. Kotabaru tahun 2022.

Terdapat Catatan dalam rapat ini adalah 6 upaya konkrit Pemda dalam penanganan Inflasi daerah yaitu :
1. Operasi pasar murah.
2. Melaksanakan Sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang
3. Kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.
4. Gerakan menanam.
5. Merealisasikan BTT.
6. Dukungan transportasi dari APBD.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
1. Letkol Inf M. Iqbal Prihanta Yudha. SE (Dandim 0815/Mojokerto)
2. Bupati Mojokerto diwakili Drs. Teguh Gunarko. M. Si selaku Sekda Kab. Mojokerto
3. Bapak Gaos Wicaksono. SH MH (kepala kejaksaan negeri Kab. Mojokerto).
4. Kapten Cba Junaedi (Pasi Intel Dim 0815/Mojokerto).
5. Para Kepala OPD Pemkab. Mojokerto. (Jo/Tim)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp