Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Tanggal 22 Oktober oleh Pemerintah setiap tahun selalu dirayakan sebagai hari Santri, seperti yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Hari Santri dilaksanakan di Pelataran Kantor Pemkab. Mojokerto jalan Akhmad Yani 16 Kota Mojokerto, Selasa, (22/10/2024) Pagi.
Hari Santri kali ini dengan tema “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan,” yang mempunyai makna “menyambung bukan hanya berarti mengenang, tetapi juga beraksi dengan semangat yang sama, dalam menghadapi tantangan jaman modern.”
Hadir dalam upacara tersebut, selain PJs. Bupati Mojokerto Dr. H. Akh. Jazuli, SH. M.Si, tanpak pula Forkopimda, Denpom V/2 Mojokerto, Sekdakab, Staf Ahli, Asisten, Para OPD Kabupaten Mojokerto, serta para Tokoh Agama, dan peserta upacara sekitar 750 orang.
Dalam amanatnya, PJs. Bupati Mojokerto dihadapan peserta upacara, membacakan amanat dari Kemenag RI, yang intinya menyampaikan bahwa setiap tanggal 22 Oktober untuk selalu mengenang dan meneladani para santri dan ulama yang telah memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sejarah telah mencatat bahwa kaum santri adalah salah satu kelompok yang paling aktif dalam menggelorakan perlawanan terhadap para penjajah, yang biasa disebut
peristiwa resolusi jihad pada tanggal 22 Oktober tahun 1945, yang akhirnya memuncak pada perlawanan rakyat Indonesia pada tanggal 10 November 1945 sebagai Hari Pahlawan, karena tanpa adanya peristiwa resolusi jihad, belum tentu terjadi peristiwa Hari Pahlawan 10 November.
Dulu santri berjuang melawan penjajah, sekarang melawan kebodohan, saat ini para Santri mengangkat pena, yaitu mengaji, mengaji, mengaji, belajar, belajar dan sekolah.
Maka para santri masa kini, bertanggung jawab untuk tidak sekedar menjaganya, melainkan berkontribusi dalam membangun masa depan yang lebih baik
serta hari santri tahun 2024 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam merengkuh masa depan dan mewujudkan cita-citanya, santri harus percaya diri karena santri bisa menjadi apa saja, santri bisa menjadi Presiden seperti Gus Dur, Santri juga bisa menjadi wakil presiden seperti KH. Ma’ruf Amin, termasuk banyak Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota dan para pejabat di birokrasi, termasuk pengusaha yang berlatar belakang Santri, karena itu sekali lagi santri bisa menjadi apa saja asalkan terus berjuang, terus berusaha, tidak menyerah, semua pasti bisa diraih. (Jo)






