JJ MOJOKERTO | Nasip siap yang dialami oleh Nurhasan warga Kebon Agung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, diundang oleh Kepala Dusun Kebon Agung untuk datang kerumahnya dengan harapan membahas persoalan Limbah dan Polusi Udara yang disebabkan dari Pabrik Minuman malah mendapatkan bogem mentah dari Kepala Dusun dan 4 orang yang diduga suruhannya.
Sejak awal polemik limbah B3 dan Polusi udara yang disebabkan dari perusahaan Minuman PT MAC yang terletak didesa Kebonagung sudah ramai dibicarakan, bahkan mulai dari media, LSM dan lembaga kajian yang lain mempersoal terkait keluhan warga ini, namun hebatnya APH belum pernah menindaklanjuti keluhan warga bahkan ada indikasi kuat oknum-oknum baik dari pemerintah desa dan tokoh-tokoh tertentu mendapatkan keuntungan dari sorotan warga ini.
Nurhasan adalah salah satu warga Kebon Agung yang sangat peduli dengan kesehatan lingkungan masyarakat, karena terlalu vokal dalam menyuarakan keluhan warga Nurhasan pada 23 desember 2022 melalui whatsapp diundang oleh Budi Wibowo selaku Kepala Dusun Kebon Agung. Dikarenakan tanggal 23 habis isyak hujan lebat maka pertemuan ditunda tanggal 24/12/22, dan Nurhasan datang ke rumah Bowo panggilan akrapnya Budi Wibowo dan karena di rumah Bowo banyak orang, Nurhasan diminta keluar dulu dan jam 00.00 Nurhasan diminta datang, karena sudah dini hari pertemuan dilanjut siang hari tanggal 25/12/22, disiang itulah Nurhasan langsung mendapatkan perlakuan kasar dari Bowo dan Ikhwan yang tak lain adalah anaknya Bowo dan terjadilah pergulatan dan selang tidak begitu lama datang 3 orang langsung menendang dan memukul dengan tangan kosong menghajar Nurhasan. Sehingga kesimpulan sementara pengeroyokan yang dilakukan oleh Kasun Bowo dkk sudah direncanakan sebelumnya. (ringkasan cerita singkat dari nara sumber).
Hal ini dibenarkan oleh Nurhasan saat dikomfirmasi dikediamannya, dalam keterangannya Nurhasan menegaskan bahwa bukan dirinya yang menantang atau ngluruk kerumah Kasun Bowo, namun dirinyalah yang diundang melalui whatsapp, jadi berita yang berkembang diluar bahwa Nurhasan dituduh menghajar Polo Bowo itu sama sekali tidak benar dan terkesan cerita dibalik-balik.

“saya memiliki bukti cating saya dengan Kasun Bowo dan waktu gebukin saya itu kayak sudah diseting sebab setelah saya dikeroyok oleh Bowo dan Ikhwan tiba-tiba muncul 3 orang yaitu Afid, Muhadi dan seseorang yang tidak asing namun ragu menyebutkan karena saat itu mata saya berkunang-kunang” tegas Nurhasan.
Masih dalam keterangan Nurhasan, setelah kejadian itu saya langsung periksa kesehatan ke Rumah sakit Sido Waras untuk meminta diaknosa sebab antisipasi apabila di Visum hasilnya direkayasa sebab Ikhwan anaknya Bowo bekerja di rumah sakit.
Diketahui bahwa saat ini perkara Pengeroyokan ini sudah dilaporkan ke pihak Polsek Puri dengan nomor Laporan LP STBL :B/22 /XII/2022/Jatim/Res.Mjk/Sek.Puri tertanggal 25/12/2022 dan sampai saat ini Pihak Polsek Puri juga belum melakukan penahanan terhadap pelaku pengeroyokan.
Sampai berita ini diturunkan awak media juga masih belum dapat meminta komfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Puri dengan alasan masih banyak kegiatan, dan begitu juga komfirmasi kepada Bowo karena setiap didatangi awak media rumahnya terlihat tertutup terus. (sh)






