“Dengan adanya pelatihan atau pendidikan skill yang cukup, nantinya akan lebih mudah mendapat pekerjaan yang layak, maka dari itu kita siapkan bentuk kerjasama dengan lembaga baik itu LPK maupun BLK,” terang Imam.
Imam menambahkan, untuk pelaksanaan pelatihan kerja di LPK akan dilaksanakan tahun depan, mulai bulan Januari hingga Oktober 2025 nantinya ada 8 jenis bidang yang disalurkan ke 6 lembaga pelatihan kerja sesuai skill dan keahlian yang di hasilkan dari kualifikasi lembaga tersebut.
Adapun delapan bidang tersebut diantaranya pelatihan kelas Las, kelas Painting, Assembling, AC, Upper Shoes (pembuatan sepatu), Menjahit Baju, Digital Marketing, dan Tata Rias atau Make Up Artist (MUA).
“Selain pelatihan kemampuan teknis, pihaknya Disnakerin akan bekerjasama dengan pihak TNI, Polri dan Kejaksaan untuk memberikan tambahan materi tentang hukum, sikap, sifat, komunikasi, kepemimpinan dan cara di siplin kerja,” ungkapnya.
Program pelatihan kerja ini, pihak Disnakerin sudah melakukan kerjasama pendampingan dengan dunia usaha dan industri yang ada di Kabupaten Madiun, dimana nantinya bisa menyerap tenaga kerja yang sudah terlatih dan siap untuk ditempatkan untuk bekerja.
“Pelatihan pembuatan sepatu dan las sangat dibutuhkan sekali untuk kebutuhan industri, di Kabupaten Madiun masih banyak membutuhkan dan belum mencukupi, untuk itu tahun 2025 kami alokasikan sekitar 250 orang untuk dilatih,” jelas Imam.

Selain itu, kami juga menjalin kerjasama dengan perusahaan di Surabaya untuk pelatihan las, buat sepatu, digital printing dan setelah lulus pelatihan akan ditempatkan kerja yang sudah ditentukan, itu sifatnya wajib dan harus mau, untuk pelatihan digital printing nanti akan di masukan ke PT. Indosat tapi harus ngikuti tes seleksi dulu, dan pelatihan lainnya bisa untuk usaha mandiri, misalnya menjahit baju dan lain-lain.
“Untuk keahlian las nanti diarahkan ke IMS dan lainnya, batas maksimal usia pendaftar pelatihan kerja pria maupun wanita 35 tahun peserta pelatihan wajib dan bersedia ditempatkan ke perusahaan yang sudah direkomendasikan,” kata Imam.
“Kedepannya Disnakerin Kabupaten Madiun akan menambah kerjasama dengan LPK maupun BLK, dengan harapan masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan kemampuan dan skill, serta mengatasi pengangguran,” pungkas Imam. (Ben).






