JJ Mojokerto – Koperasi Budi Arta Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto mulai geger lagi, pasalnya saat Pengurus baru yang dikukuhkan tanggal 2 Agustus 2022 lalu menanyakan saldo di Bank Jatim unit Jayanegara ditolak, baru disuruh buka rekening baru bank Jatim bisa menunjukan saldo yang diminta oleh pengurus.
Setelah beberapa hari pengurus datang lain ke Bank Jatim diantaranya adalah ketua Ustadzi Rois, Bendahara Nasurudin dan pengawas Jumbadi untuk membuka rekening baru.
Setelah rekening baru jadi, Bank Jatim memberikan rekening koran atas nama Koperasi Budi Arta dan setelah dibaca dan diteliti oleh tiga orang pengurus tadi betapa kagetnya ketiga orang tersebut ternyata koperasi Budi Arta mempunyai hutang sebesar 1,8 sekian dan kalau dikurskan jadi 1,9 milyar.
Jumbadi selaku pengawas menceritakan kepada awak media Jejak Jurnalis ini bahwa
“pada tahun 2020 koperasi pinjam uang ke Bank Jatim sebesar 3,4 milyar yang ditanda tangani oleh ketua Malikan. Pada tahun 2022 tepatnya bulan Juni koperasi punya hutang lagi sebesar 92 juta rupiah karena simpanan wajib bulan Juni dan Juli tidak dipotong oleh bank berdasarkan surat yang disampaikan ke Bank Jatim dari utusan para anggota koperasi sebanyak 942 orang.”
Masih Jumbadi, “Selang bulan Agustus tahun 2022 ini hutang koperasi yang 3,4 milyar berkurang menjadi 1,9 milyar sudah termasuk 92 juta rupiah dan bunga bank.”
Lanjut Jumbadi, rekening koran awalnya kita dikasih rincian hutang yang 92 juta rupiah, lalu diambil lagi oleh bank Jatim unit Jayanegara dan diganti dengan yang 1,9 milyar rupiah itu, pungkas Jumbadi.
Dari sini awal mula resahnya para anggota koperasi Budi Arta, mestinya dana yang ada di koperasi perkiraan sebesat 19 milyar rupiah kok sekarang malah minus 1,9 milyar, ungkap salah satu anggota koperasi yang mewanti-wanti namanya tidak mau disebutkan.
Jumbadi menyelah omongan anggota tersebut yang tidak mau disebutkan namanya tadi ” Lha iyo kok nemen e mari kantor koperasi kebobolan, saiki oleh kabar gak enak mane koperasi malah duwe utang alias min 1,9 milyar. (Lha ya kok terlalu begitu, habis koperasi dibobol, sekarang malah dapat kabar tidak enak malah koperasi punya hutang 1,9 milyar rupiah), ujarnya. (Jo)






