JJ Mojokerto | Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. berkunjung di Ponpes Amanatul Ummah Desa Bendungan Jati Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jumat (10/6/2022).
Jenderal Moeldoko dihadapan ribuan Santri Ponpes Amanatul Ummah mengatakan bahwa Musalah, Masjid dan Pondok Pesantren adalah suatu tempat yang bisa melahirkan karakter yang kuat.
“Tidak terkecuali kalian semua. Kalian harus bersyukur berada di tengah-tengah pesantren. Sungguh luar biasa Pondok Pesantren itu bisa melahirkan banyak pemikir dan akademis yang dengan mudah masuk Perguruan Negeri, sehingga saya membayangkan kalau Indonesia diisi orang berkarakter dan ilmu yang tinggi maka sesungguhnya kalian lahir pada generasi emas pada tahun 2045 nanti,” pesannya.
Lebih lanjut dikatakannya, Allah akan mendengarkan apa yang kamu impikan, apa yang kamu ucapkan.
“Waktu saya kecil dulu saya melihat ada Taruna AKBRI. Saya bilang ke Ibu saya, Bu saya mau seperti dia. Ibu saya menjawab apa ya bisa kamu Moel. Jawaban Ibu saya itu merupakan tantangan buat saya. Saya ingin buktikan dan membahagiakan orang tua saya. Kenapa Ibu saya waktu itu tidak bilang mudah-mudahan tercapai, ya mungkin karena mungkin ibu saya merasa di dalam kehidupan yang sungguh sulit. Mustahil orang miskin bisa jadi AKBRI. Allah mengabulkan doa saya, saya bisa diterima di AKBRI dan bisa menjadi Jenderal,” terangnya.
Masih kata Jenderal Moeldoko, Kalau dulu untuk mendapatkan informasi harus berusaha keras. Kalian berada pada semua informasi yang dapat diakses dengan cepat.
“Kalau kalian maknai dengan positif, itu akan membantu lompatan bagi Indonesia kedepan. Kalian nanti akan merasakan hal yang jauh berbeda suatu saat nanti karena tantangan teknologi sungguh luar biasa,” tutupnya.
Sementara itu, Pendiri Ponpes Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. menjelaskan bahwa sejak dulu ia bangun satu jam sebelum subuh untuk salat malam dan salat witir.
“Di waktu itu doa kita dikabulkan Allah. Firman Allah dalam hadist, siapa yang minta ampunan maka akan diampuni dan siapa yang meminta akan dikabulkan. Jadi di setiap malam saya selalu berdoa agar diberikan kesehatan dan rezeki yang penuh barokah, halal dan luas yang tidak sulit-sulit mendapatkannya dari berbagai sumber. Kemudian saya shalat sebelum subuh dan shalat subuh berjamaah serta tidak tidur sampai matahari terbit agar terus semangat dalam menjalankan aktifitas,” jelasnya. (Jo)






