KABUPATEN MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Pergelaran “Kesiman Trawas Culture Carnival 2026” yang diselenggarakan secara swadaya oleh masyarakat dari 13 desa se-Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto bertujuan untuk mendongkrak kelas UMKM lokal, sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, mengatakan bahwa “Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 ini tak hanya dirancang untuk menaikkan level pelaku usaha lokal, namun juga bertujuan sebagai salah satu penarik arus kunjungan wisatawan ke kawasan pegunungan Trawas yang disebutnya merupakan salah satu primadona Kabupaten Mojokerto”.
Kegiatan ini ada upaya untuk meningkatkan UMKM sekaligus menarik para wisatawan untuk berdatangan di Kecamatan Trawas, seperti kita ketahui bersama bahwasanya Trawas ini menjadi primadona karena kondisi alamnya yang luar biasa, yang mana ini adalah pemberian Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Gus Bupati
“Kesiman Trawas Culture Carnival 2026″ bisa menjadi wadah atau ajang pelestarian seni dan budaya. Oleh karenanya, Ia mewanti-wanti para peserta festival dan masyarakat yang turut meramaikan agar tetap menjaga kondusifitas dan menerapkan peraturan yang telah disepakati, demi keamanan dan kenyamanan jalannya acara”.
Kegiatan-kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan sekaligus untuk menjaga, nguri-nguri budaya yang ada di Trawas ini, “saya berpesan kepada seluruh peserta pada siang hari ini untuk melaksanakan kegiatan ini dengan tertib, dengan budaya-budaya yang baik, dengan sopan santun dan ramah, sehingga tidak mengganggu yang lainnya”. Teganya.
Camat Trawas Lies Setyautaminingsih, berpesan kepada masyarakat untuk tetap memegang norma sosial yang berlaku. Dia memberikan apresiasi atas partisipasi 18 grup peserta festival yang telah bergotong-royong demi terselenggaranya Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 ini.
“Apresiasi kami pada hari ini untuk masyarakat di Kecamatan Trawas dalam semangat gotong royongnya, dan juga, kami berharap semua peserta pada hari ini tetap memegang norma sosial yang berlaku, waktu istirahat, juga pembatasan volume suara pada titik-titik yang telah ditentukan,” ujar Lies.
Tampak hadir dalam gelaran itu, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian dan Forkopimca Trawas (Jo).