MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – PEPABRI Kabupaten Mojokerto, hari ini tepat berumur 66 tahun, oleh karena itu peringatan HUT PEPABRI ke 66 tahun 2025 dilakukan dengan Istighosah, berbeda dengan biasanya ditahun-tahun sebelumnya.
Acara ini dilaksanakan di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto Jalan A. Yani 16 kota Mojokerto, Sabtu (20/9/ pagi. Hadir dalam acara itu adalah Asisten 1 Setda Kabupaten Mojokerto, perwakilan dari Kodim 0815 dan Polres Mojokerto, ketua dan jajaran pengurus PEPABRI, ketua PP-POLRI, PPAD, PPAL, PPAU, PWRI, WARAKAWURI dan ketua FKPPI beserta 10 orang anggotanya.
Ketua DPC PEPABRI Kabupaten Mojokerto Letkol (Pur) H. M. Sodiq membacakan amanah dari Ketua Umum DPP PEPABRI, bahwa PEPABRI telah menginjak usia 66 tahun, rentang waktu yang cukup lama, namun tidak cukup panjang untuk sebuah pengabdian yang berkesinambungan kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Peringatan HUT ke-66 tahun 2025 ini, bukan hanya bentuk rasa syukur, tetapi juga penghormatan atas semangat juang yang diwariskan para pejuang dan pendahulu bangsa.
Sebagai wadah para purnawirawan TNI dan Polri, PEPABRI adalah penjaga nilai-nilai perjuangan, pengawal semangat kebangsaan, dan pelindung warisan kemerdekaan. Kita sebagai pejuang dan penerus semangat perjuangan perlu memelihara nilai-nilai kejuangan melalui sejarah perjuangan bangsa dalam membela dan mempertahankan NKRI. Ujarnya.
Tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 PEPABRI tahun 2025 adalah “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa.” Tema ini mengandung pemahaman bahwa PEPABRI senantiasa menjaga api perjuangan yang merupakan simbol dari semangat yang tidak pernah padam. Semangat untuk mempertahankan nilai-nilai luhur, nilai patriotisme, persatuan, dan kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945. Serta semangat untuk melindungi bangsa dari ancaman perpecahan, menjaga integritas nasional, dan memperjuangkan keadilan sosial. Membangun masa depan bangsa berarti perjuangan belum selesai.
Perjuangan tidak hanya dilaksanakan di masa lalu dengan senjata, tetapi juga hari ini dan esok dengan pikiran, kebijakan, dan tindakan positif.
PEPABRI sebagai wadah purnawirawan dan warakawuri TNI dan Polri memiliki peran strategis dalam memberi teladan menjaga stabilitas negeri.
Tema ini menyatukan dua hal penting, yaitu melestarikan nilai perjuangan masa lalu dan meneruskan tanggung jawab membangun masa depan bangsa.

PEPABRI tidak berpolitik, tidak memihak kepada partai politik apa pun. Politik PEPABRI adalah demi bangsa dan negara yang dibangun dalam bingkai NKRI yang berlandaskan Pancasila.
Jati diri PEPABRI adalah berwawasan negarawan. Inilah jati diri PEPABRI yang selama ini selalu ditonjolkan.
PEPABRI akan selalu menempatkan diri sebagai organisasi yang berwawasan negarawan. Artinya, semua yang kita pikirkan, perbuat, dan lakukan, semua diorientasikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Bukan untuk kepentingan pribadi, golongan, atau politik tertentu.
PEPABRI tetap berpegang teguh bahwa soliditas TNI dan Polri, beserta purnawirawan dan warakawurinya adalah jaminan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sebagai purnawirawan TNI dan Polri, kita tetap memiliki watak dan semangat sebagai prajurit TNI maupun Bhayangkara Polri. Watak, jiwa, dan semangat kita tetap sebagai pengabdi kepada bangsa dan negara yang solid. Soliditas TNI dan Polri akan tercapai bila kita tetap bersatu.
Bersatunya purnawirawan TNI dan Polri beserta keluarga besarnya, tidak hanya dalam bentuk seremonial belaka, tetapi tetap bersatu dalam jiwa dan semangat untuk kepentingan bangsa dan negara.
Bagi kita, sebagai purnawirawan TNI dan Polri, walaupun sudah purna tugas, tetapi belum purna pengabdian dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara, pedoman kita adalah Sapta Marga atau Tribrata. Sikap ini dilandasi oleh jiwa dan semangat Sapta Marga atau Tribrata yang tetap kita pegang, walaupun tidak berada lagi dalam organisasi almamater.
Sodiq juga menekankan, kepada warga PEPABRI bersama komponen bangsa lainnya, untuk ikut serta menjaga api perjuangan dan membangun masa depan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa. Diakhir amanatnya, ia memberikan semangat :
”SEKALI PRAJURIT TETAP PRAJURIT, SEKALI BHAYANGKARA TETAP BHAYANGKARA, SEKALI PEJUANG TETAP PEJUANG”. Tutupnya.
Sementara itu Asisten I Setdakab Mojokerto, Bambang Purwanto mewakili Bupati Mojokerto, menyampaikan pesan dari Bupati Mojokerto yang isinya: pertama “sambut baik beliau, berikan fasilitas yang terbaik, karena beliua-beliau ini adalah peluang-pejuang kita yang harus kita hormati, yang harus kita banggakan, jangan lupakan sejarah”. kedua, Selamat HUT PEPABRI yang ke 66 dengan tema “Menjaga Api Perjuangan, Membangun Masa Depan Bangsa”, dan ketiga Istighosah.
Lebih lanjut, Asisten I mengatakan tema tersebut memberi makna “meskipun tidak membawa senapan, tapi misi visi harapan besar tetap menjiwai para purnawirawan”.
Tambah Bambang, menyadur omongan ketua PEPABRI saat bertamu ke dirinya “dalam istighotsah ini dapat memberikan doa yang terbaik kepada pendahulu-pendahulu kita, meskipun tidak ke makam pahlawan, kita berdoa saja disini, semoga para pahlawan mendapat tempat terbaik disisiNya. Terangnya.
Kita di pemerintahan, dan PEPABRI adalah Mitra pemerintah, ingatkan kami, bimbing kami, apabila ada hal-hal yang kurang tepat, mohon diingatkan, didampingi dalam menjalankan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik, sesuai amanah yang diberikan, sesuai dengan harapan kita, masyarakat Kabupaten Mojokerto. Pungkasnya.
Di akhir acara dilakukan doa bersama, dengan Istighosah. (Jo)






