Mojokerto, Jejakjurnalis.id – HN dan BS tokoh intelektual dalam penipuan dengan modus gadai mobil yang terjadi di Mojokerto, tepatnya Desa Watonmas Jedong Kecamatan Ngoro.
Seperti dalam pemberitaan media ini sebelumnya, dengan judul
“Wanita Warga Ngoro Kabupaten Mojokerto Korban Penipuan Modus Gadai Mobil.’ kali ini terjadi pada warga Wonoayu, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto berinisial MD.
MD menceritakan, kejadian ini hampir sama seperti DN (korban HN – red), yang bermula pada hari Kamis. (4/4/2024 malam, SLS menghubungi dirinya via saluran Whatsapp, dia menawarkan gadai mobil Jenis Daihatsu Pick Up warna Hitam, dengan nominal uang sebesar Rp 25 juta.

Kemudian hari Jum’at (5/5/2024). Siang, MD datang ke warkop milik SLS, disitu sudah ada HN dan mobil yang mau dibuat jaminan, dengan modus yang sama seperti DN, HN juga mengaku sebagai adik dari BS (pemilik Mobil Daihatsu Pick Up), disuruh untuk mencarikan pinjaman.
Disini MD mengatakan pada SLS ”mobil pean periksa sesuai tidak dengan nama pemilik atau nama surat sesuai dengan STNK kalau tidak sesuaip saya tidak mau, saya juga takut kalau ini mobil bermasalah” Ungkapnya kepada awak media ini.
Sama halnya dengan korban DN, karena merasa mobil tersebut sudah sesuai dengan data pemilik dan surat kendaraan (STNK), dibuktikan dengan KK sama KTP, akhirnya sekitar jam 12 siang MD mentransfer uang sejumlah Rp 5 juts ke rekening atas nama BS dan Rp 20 juta, dibawa HN, dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut paling lama 1-3 bulan.

MD, juga mengatakan hari Rabu, (29/5/2024, rumah kakaknya yang berada di wilayah Gresik didatangi oleh 4 orang yang mengaku utusan dari BS, salah satu dari mereka mengatakan mobil ini bermasalah, dan pemilik katanya tidak pernah merasa menggadaikan, dan mau mengambil paksa mobil tersebut.
Atas kejadian ini MD merasa takut, karena HN sudah tidak bisa dihubungi, apalagi mendengar kabar kalau ada permasalahan lain, terkait mobil avanza juga. Disini MD juga meminta bantuan kepada Edi selaku ketua DPC. MOJOKERTO LPHM-PANDAWA, guna membantu menyelesaikan permasalahan ini, seperti halnya DN (korban Avanza).






