JJ MOJOKERTO | Sangat disayangkan apa yang dilakukan management PT ANNAMIROH TRAVELINDO perusahaan travel Umrah dan Haji ternama yang berkantor di Menanggal, Mojosari kabupaten Mojokerto, betapa tidak 86 calon jamaah umrah yang rencana diberangkatkan tanggal 15 Mei 2022 ditekan membayar 32 juta terakhir 30/4/2022, setelah lunas diharuskan membayar lagi diluar kesepakatan sebesar 300 ribu.
Fakta ini terjadi terhadap 86 jamaah ITS Glagen dibawah asuhan Kyai Yasin, terhadap kejadian ini Kyai Yasin yang terkenal sangat sabar, sama sekali tidak berpengaruh semua akan diselesaikan, numun para jamaah yang sangat setia terhadap Kyai Yasin menggerutu dan terlihat keberatan.
Hal ini dengan gamblang disampaikan oleh beberapa jamaah ITS sebut saja salah satunya Y (inisial, red). Y menuturkan kekecewaannya terhadap Travel ini, pasalnya rata-rata jamaah ITS bukan dari kalangan mampu semua, tapi mereka dari jamaah ITS yang YAKIN terhadap tujuan yang mulia saja, untuk melaksanakan pelunasan terakhir 30/4/2022 saja, barang apapun yang ada dijual, sementara kondisi masih mencari uang saku malah diminta tambahan biaya lagi diluar kesepakatan, ini kan malah memberatkan.
“ini luar biasa trik yang digunakan An Namiroh, tidak ada pilihan, mau tidak mau harus bayar, sebab kalau dibatalkan ya jelas uang kami dipotong ” Tutur Y dengan raut kecewa.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh mantan orang yang pernah ikut membesarkan An Namiroh Travelindo sebut saja A (inisial, red), dalam keterangannya saat dikomfirmasi Pena Rakyat News melalui selulernya A menuturkan bahwa hal itu sudah sering terjadi saat A mengawal jamaahnya, pernah A harus membayar lagi per jamaah 750 dan pernah juga menambah 360 per jamaah dan masih banyak lagi hal-hal diluar kesepakatan yang diajukan saat jamaah telah menjalani ibadah Umrah.
A menambahkan bahwa dalam situasi seperti itu dirinya tidak mungkin meminta lagi uang kepada jamaah sebab jelas anggapan jamaah itu mengada ada, dan demi nama baik An Namiroh tetap permintaan dari pusat kami penuhi. Ungkap A seraya mengirimkan bukti melalui WhatsApp himbauan tambahan biaya.
Lebih lanjut awak media mengkonfirmasi melalui selulernya Bagoes Awaludin Irfansyah selaku Direktur Utama PT ANNAMIROH TRAVELINDO, namun WhatsApp hanya dilihat tidak memberikan komentar terkait alasan melakukan pungutan tambahan kepada 86 jamaah. ( red).
Dikutip dari : penarakyatnews.id