Makam-Makam Palsu Di Pepunden Mbah Saguh Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Dibongkar

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.com – Rencana pembongkaran makam palsu diduga dibangun oleh okmum Ba’alawi di Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo gagal dilaksanakan, pasalnya rencana hari Selasa, (14/1/2025) dilakukan pembongkaran, ternyata.makam palsu sebanyak 13 itu sudah dibongkar dua hari yang lalu (minggu malam) sekitar pukul 24.00 WIB

 

Beberapa pelaku budaya dan masyarakat yang peduli terhadap rencana tersebut saat tiba di lokasi makam dibuat kaget, karena makam-makam palsu tersebut tidak terlihat, hanya nampak bekas bongkaran yang berserakan serta penutupan bekas makam palsu yang diplester semen dengan kondisi masih setengah kering.

 

Sementara itu Kepala Dusun Bendo, nirriawang mahalila dalam membacakan surat pernyataan dari Kepala Desa Kumitir Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto mengatakan permohonan maaf kepala seluruh aliansi LSM, ORMAS budayawan, dan khususnya PWI (Perjuangan Walisongo Indonesia) dan Laskar Sabilillah (LS) Mojokerto, tidak bisa menemui karena sedang sakit, dalam surat tersebut, mempertegas bahwa untuk pembersihan makam diluar pepunden Mbah Saguh diserahkan ke desa, sesuai rapat warga tanggal 7 Januari 2025. Hal ini, dengan tujuan untuk menjaga kondusifitas lingkungan dan masyarakat. Dan permintaan maaf lagi ditujukan kepada PWI dan LS Mojokerto, karena tanpa koordinasi dalam pembongkaran makam tersebut. Pembongkaran tersebut disaksikan oleh Kepala Desa Kumitir, Sekretaris Desa, Kepala Dusun Bendo, Kepala Dusun Kumitir dan kuli tenaga kasar.

Setelah membacakan surat pernyataan tersebut, Kepala Dusun Bendo tidak dapat menjawab pertanyaan terkait siapa yang membongkar makam, dirinya mengatakan tidak berani menjawab demi menjaga kondusifitas dan hal-hal yang tidak diinginkan. Ujarnya. Selasa (14/1/2025), Siang.

 

Hadir dalam acara tersebut sekitar 200 orang dari 30 lembaga, diantaranya Pendekar Darah Garuda Mojokerto dan Jawa Tengah, PWI, LS Mojokerto, Klampis Ireng Gunung Arjuno, Mardiantara Ring Mojokerto, Masyarakat Adat Nusantara, Persatuan Cinta Tanah Air, Griya Kahuripan Surabaya, Sambung Roso Mojopahit, Padepokan Puser Bumi, Suluk Aji Nusantara, Seri Kandhi Indonesia, Akar Mojo, Pasipati Cakra Nusantara, dan lainnya.

 

Sementara itu Panglima LS Mojokerto Antok Faturrohman kepada yang hadir di makam tersebut, mengatakan “setelah beberapa kali rapat ditunjuk PWI, LS sebagai pengawal pembongkaran makam, namun kemarin malam saat saya datang kesini, makam sudah rata dengan tanah.” Katanya.

Masih Antok “kami tidak menyalahkan pemerintah desa, mungkin demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.”

 

“Yang penting makam-makam palsu sudah dibongkar dan tidak ada lagi makam-makam palsu di Bumi Mojopahit. Ini adalah langkah awal kita dan tidak ada anarkisme dan kekerasan, yang lalu, biarlah berlalu dan kita saling memaafkan.” Pungkasnya.

 

Tampak jelas disekitar pepunden Mbah Saguh, bekas bongkaran makam-makam palsu yang sudah ditutup, serta batu-batu nisan berceceran dipojok-pojok pagar tembok makam tersebut. (Jo)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp