JJ MOJOKERTO | Terkesan tidak ada hentinya pihak sekolah membuat momen acara yang dapat menghasilkan cuan yang luar biasa, dari bahasa study tour, study banding sampai ke Outing Study kesemuanya diduga mengalihkan pengertian dari pungutan liar sebab biaya yang digunakan dari tabungan siswa.
Kali ini jejak jurnalis akan mengungkap sedalam dalamnya momen kegiatan siswa MTSN Bangsal dengan tajuk Outing Study yang dilaksanakan pada selasa 14/1/25 dengan tujuan Santera Delafonte Malang.

Dari tangkapan layar awak media pada 14/1/25 tampak di lapangan olah raga Sidomulyo pukul 06.00 wib anak anak dan para guru pendamping telah mempersiapkan pemberangkatan Outing Study siswa siswa kelas XIII MTSN Bangsal, terdapat 5 bus dari PO BAGAS PUTRA stanbay di utara jalan raya depan lapangan dan Bus Khusus istimewa PO PUTRA BAROKAH berada didalam lapangan.
Keterangan awal dari salah satu siswa yang tidak dapat disebut namanya menyampaikan bahwa kegiatan Outing Study ini setiap siswa dikenakan biaya Rp.200.000.- untuk biaya kendaraan dan masuk tempat rekreasinya, kalau mau masuk ke lain lainnya didalam harus bayar sendiri.
Sementara menurut Surya Dharma, SH. seorang praktisi hukum, menanggapi hal ini adanya dugaan Pungli pasalnya menurut pengertian dari Outing Study atau Outing class adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar kelas dan Outing class merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk menyampaikan materi pelajaran, sementara untuk siswa Madarasah atau MTS apa yang dipetik dari kegiatan tersebut kecuali bersenang senang atau rekreasi dalam cuaca yang buruk.
Surya juga menambahkan apalagi biaya yang dikeluarkan adalah mengambil uang dari tabungan siswa disekolah, artinya siswa tidak mempunyai pilihan lain untuk menolak, sehingga seluruh rangkaian biaya kegiatan termasuk kebutuhan guru pendamping ditanggung oleh siswa. Pungkas Surya.
Menurut kabar yang tersiar bahwa sejak beberapa tahun yang lalu pihak sekolah tidak pernah transparan terkait tabungan siswa artinya berapapun kelebihan uang tabungan siswa setelah lulus tidak pernah adanya penjelasan kepada siswa atau orang tua siswa.
Sampai berita ini diturunkan awak media belum dapat komfirmasi dari pihak sekolah dan awak media akan terus mendalami terkait biaya kegiatan ini. (Ddk) bersambung.