Madiun, Jejakjurnalis.id – Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto menghadiri Rapat Koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Semeru tahun 2022, di Gedung Bhayangkara Polres Madiun, Jumat (22/4/2022).
Seperti yang disampaikan Wabup Hari Wuryanto, bahwa Pemkab Madiun pada saat gelaran mudik sudah diperkenankan. Meskipun begitu diharapkan mudik tahun ini bisa berjalan sehat dan aman.
“Mohon satgas covid harus siap siaga. Siapkan semuanya dan koordinasikan untuk langkah arus mudik pertama dimasa Pandemi. Perlu koordinasi dengan baik untuk wujudkan mudik aman dan sehat,” ujarnya.

Wabup Madiun, H. Hari Wuryanto saat memberi paparan
Lebih lanjut Wabup menambahkan, agar jangan sampai ada pengalihan arus lalu lintas yang nantinya membingungkan pemudik, juga penerapan protokol kesehatan jangan sampai kendor.
“Keluarga yang dikunjungi juga harus tetap sehat, jangan sampai karena mudik terjadi lonjakan Covid-19,” pungkas Wabup, Hari Wuryanto.
Sementara itu Kapolres Madiun AKBP, Anton Prasetyo mengatakan, vaksinasi di Kabupaten Madiun saat ini harus digenjot. Begitu juga sosialisasi semua kebijakan terkait aturan mudik harus terus disampaikan.
“Berikan pemahaman setiap kebijakan yang ada, gladi semua Ka Pos, agar saat ada chaos dapat dicari solusi,” ungkapnya.

Anton menambahkan, agar operasi Ketupat Semeru yang akan dilakukan, perlu dilaksanakan secara serius meskipun tidak ada penyekatan dan pembatasan.
Menurutnya, karena masih masa Pandemi salah satu indikator keberhasilan operasi adalah Pandemi tidak naik.
“Keberhasilan operasi ini adalah covid tidak naik, semoga semua berjalan sukses,” kata Kapolres.
Disisi lain Dandim 0803/Madiun yang diwakili Kasdim 0803 Madiun, Mayor Arah. Wahyu Susilo, mendukung penuh adanya operasi Ketupat Semeru tahun 2022 ini. Lanjutnya, jika sesuai arahan Panglima TNI tidak ada takbir keliling.
“Mohon bantuan semua yang hadir, untuk bisa menginformasikan bahwa takbir keliling tidak ada. Boleh dilakukan di masjid dengan tetap menjaga prokes,” terang Kasdim 0803, Wahyu Susilo.
Kasdim 0803 Madiun, Wahyu Susilo menambahkan, jika takbir saat malam hari dihimbau menggunakan pengeras suara dari dalam. Juga mengingatkan dalam situasi bulan suci ramadhan ini, ketika sholat tarawih untuk mematikan kompor dan tutup pintu rumah, agar tidak ada tamu yang gak diundang. (Ben).






