Travel Annisa Ahmada : Tetap Profesional Walau Diterpa Ujian

JJ JOMBANG | Tidak selamanya perbuatan baik mendapat balasan kebaikan pula, hal ini yang sedang menimpa Travel Annisa Ahmada Travelindo Jombang, bermaksud perjuangkan jamaah yang memiliki keinginan berhaji setelah fakum dalam masa pandemi, namun masih mendapat fitnah.

Perjuangan panjang dan pengalaman yang mumpuni ternyata masih kurang cukup untuk bisa mengikuti keinginan calon jamaah, kendala ini dirasakan Hj. Erni direktur utama PT Annisa Ahmada. Semua terkendala dengan aturan pemerintah, dan sebagai warga yang baik sudah selayaknya mengikuti aturan.

Kepada jejakjurnalis dan beberapa media Hj Erni panggilan akrabnya Erni Khoirun Nissa menuturkan bahwa saat ini dirinya dan travelnya sedang diuji oleh Allah, antara lain saat ini terdapat pemberitaan sepihak di media online yang menuduh dirinya telah membuat melayang uang milyaran rupiah milik jamaah haji.

Pada dasarnya Hj Erni sangat menghormati wartawan dan selama ini juga banyak bermitra dengan awak media dan dirinya juga sedikit banyak pernah mempelajari tata cara wartawan menuangkan karya tulisnya untuk menjadi sajian berita yang berimbang atau dengan kata lain memenuhi 5W1H. Tapi sayang ada media lokal Jombang memberitakan kami seperti itu, semoga isinya dapat dipertanggungjawabkan. Jelasnya.

Hj. Erni menjelaskan bahwa saat ini dirinya secara pribadi dan atas nama Travel memang ada kesalahpahaman dengan jamaah yang gagal dalam pemberangkatan haji tahun ini, dan atas kejadian ini pihak kami bertanggungjawab penuh sesuai prosedur apakah dana dikembalikan atau digunakan berangkat tahun depan. Dan saat ini masih dalam proses mediasi. Pungkas Erni.

Lebih lanjut ditempat berbeda Samsul, SH. selalu kuasa hukum PT Annisa Ahmada menerangkan bahwa tidak ada niatan sedikitpun untuk membuat kecewa jamaah, segala cara dilakukan oleh travel ini untuk memperjuangkan jamaah agar dapat berangkat haji tahun 2022, namun harap maklum setelah 2 tahun pemerintah menutup ibadah haji dan umrah dan tahun ini baru dibuka calon jamaah membludak dan berbagai kesulitan dialami oleh para travel karena kebijakan pemerintah atas regulasi pemberangkatan.

Samsul menambahkan, sejak awal sudah mendapat berbagai macam ancaman dari seseorang yang berniat ingin mem viralkan masalah ini, padahal pihaknya sudah menawarkan berbagai solusi, dirinya sangat kecewa dengan tuduhan dan fitnahan melalui media online, sama sekali berita yang disajikan bernuansa menjatuhkan travel ini, pasalnya selain tidak ada keberimbangan berita materi yang di tuduhkan juga sangat tidak sesuai, pihaknya bertanggungjawab mengembalikan dana jamaah yang gagal berangkat sesuai aturan dan saat ini masih dalam proses. Tegasnya.

“Terkait berita yang beredar kami akan mengecek apakah media tersebut memiliki legal standing atau tidak, kalau tidak ya kami akan langsung melaporkan ke Polisi” Tegas Samsul, SH. (tim jbg).

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp