Tahu Wadeng Salah Satu Potensi Desa Sidomulyo

Madiun,Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kembali menggelar Bhakti Sosial Terpadu (BST), yang diadakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Sawahan, Jumat (25/11/2022).

Seperti biasa banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, dan jajarannya dalam BST tersebut, diantaranya kerja bhakti bersama masyarakat, pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, bazar UMKM, pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan untuk para lansia dan anak yatim piatu, serta sore hari olahraga yang dilanjutkan sarasehan pada malam hari.

Kades Sidomulyo, Margono saat dijumpai Jejakjurnalis.id di kediamannya mengatakan, ada beberapa potensi unggulan di desanya diantaranya pabrik batu bata merah, batik, pabrik tahu, serta wisata religi makam Kyai Ageng Reksogati, yang merupakan cikal bakal berdirinya Pemerintahan Kabupaten Madiun. (26/11/2022)

Lebih lanjut Margono mengatakan, kalau memang mau mengunjungi pabrik tahu silahkan pabriknya berada di Dusun Wadeng, yang jaraknya sekitar 500 meter dari kantor desa Sidomulyo.

“Pabrik Tahu yang berada di Dusun Wadeng, merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Sidomulyo tersebut milik dari H. Iswandi yang juga asli penduduk setempat,” ujarnya.

Saat ditemui di pabriknya Iswandi tidak ada ditempat, yang ada karyawannya yang sedang sibuk mengelola tahu, untuk itu Jejakjurnalis.id terpaksa datang ke rumahnya yang jaraknya tidak jauh dari pabrik.

Iswandi menjelaskan, kalau pabrik Tahu miliknya berdiri sejak tahun 2009, dengan jumlah karyawan 9 orang terdiri dari dua putri bagian konsumsi dan tujuh putra bergerak di bidang produksi. Untuk jam kerja dari 08.00 sampai 17.00 WIB.

Lebih lanjut Iswandi mengatakan, kalau pabrik Tahu miliknya bahan baku kedelai ambil dari luar negeri (jenis impor), dia menjelaskan kalau petani kita di Indonesia sudah jarang yang mau menanam kedelai untuk saat ini.

“Untuk bahan bakunya saya ambil dari Distributor Kedelai yang ada di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur,” ujarnya.

Untuk produksi tiap hari bisa mencetak 110 papan Tahu yang ukuran satu papan 40 x 100 Cm tersebut jika dipotong- potong menjadi 55 biji Tahu dengan harga jual perbiji Rp.1.250,-. Untuk bahan bakar dari kayu juga potongan gergaji kayu.

Iswandi menambahkan, untuk pemasaran Tahu masih disekitaran desa di Kabupaten dan juga Kota Madiun. Ada juga melalui pedagang keliling yang bantu memasarkan Tahu miliknya.

“Kalau grosir yang beli dihargai satu papan 43 ribu soalnya beli banyak, sedangkan yang beli 2-3 papan dihargai 45 ribu,” terangnya.

Iswandi juga mengatakan, kalau pabrik Tahu miliknya untuk pembuangan limbah sudah di buatkan serapan sendiri, ada tiga titik pembuangan yang mana diarea pabrik tidak ada bau, juga di sekitar pemukiman warga tidak mengganggu aroma bau yang menyengat.

“Untuk masa konsumsi lamanya, Tahu milik saya bisa bertahan 2 sampai 3 hari, ujarnya.

Pada waktu BST kemaren, Iswandi sebetulnya ingin menghadiri acara sarasehan, berhubung masih ada urusan di Pacitan terpaksa gak bisa hadir, dia ingin menyampaikan kepada Bupati terkait dengan usahanya, dimana alat-alat produksinya sudah lama (tua) dan perlu diganti.

Saya berharap dari pemerintah Kabupaten Madiun bisa membantu pabrik Tahu ini yang sudah berjalan cukup lama, dimana juga ikut merekrut Tanaga kerja banyak orang.

“Kedepannya, mudah-mudahan harga kedelai tidak melonjak harganya seperti dulu, sehingga pabrik Tahu ini tetap bisa produksi terus,” pungkasnya.(Ben)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp