Rehabilitasi Jalan Puloniti-Sumberkarang Fasilitasi Kelancaran Hubungan Ekonomi Sosial Masyarakat

Redaksi
By Redaksi
18 Views
2 Min Read

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai ngebut melakukan perbaikan atau rehabilitasi ruas jalan di wilayahnya Kabupaten Mojokerto pada Tahun Anggran 2026

Seperti yang terlihat di sepanjang Jalan Puloniti Kecamatan Bangsal dan Jalan Sumberkarang Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto telah mendekati rampung pekerjaan rehabilitasinya.

Pekerjaan rehabilitasi jalan Puloniti – Sumberkarang ini ditargetkan selesai 1 Oktober 2026, dengan batas waktu 120 hari kalender yang dimulai pada 4 Juni 2026 dengan anggaran APBD TA. 2026 sebesar Rp. 503.845.000 dengan volume 1.20 – 1.60 meter X 431.00 meter dengan pelaksana CV. ALFI JAYA.

Pekerjaan rehabilitasi jalan ini bertujuan untuk memperlancar hubungan sosial ekonomi masyarakat warga sekitar khususnya dan pengguna jalan warga lainnya secara umum.

Tanto seorang pekerja rehab jalan tersebut, mengatakan pekerjaan ini sudah kelihatan hasilnya, kalau terkait material gak usah ditanya Pak, saya tau sendiri, walau saya gak ngerti RAB, tapi pengalaman saya lebih dari 10 tahun di proyek, insting saya gak perlu diragukan, itu makanan saya setiap hari, maksudnya masalah campuran material yang harus dicampur ukurannya saya sudah paham. ujarnya. Kamis (16/7).

Sementara itu, Pak No warga Desa Puloniti yang rumahnya persis depan jalan mengatakan “jalan sudah jadi, debu sudah berkurang, semoga jalan ini kedepannya tidak cepat rusak, saya amati memang kelihatan bagus pekerjaannya, semoga bermanfaat bagi semuanya yang memanfaatkan jalan ini”, singkatnya.

Di tempat lain, Basofi pedagang sembako warga Desa Sumberkarang Dlanggu mengapresiasi pada Pemkab Mojokerto telah memperbaiki jalan ini, dan sangat membantu saya dan warga yang lain yang jualan bentol, ibu-ibu bakul sayur yang tiap pagi petang lewat sini untuk menjual sayur merasa lega jalan sudah bagus dan tidak takut jatuh, mereka jualan ada yang bawa sepeda ontel dan ada kebanyakan pakai motor, namanya ibu-ibu kalau jalan rusak pasti was-was, ujar Basofi. (Jo).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *