KABUPATEN MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Pelaksanaan CFD di Jalan RA. Basuni Desa Sooko Kabupaten Mojokerto diikuti sebanyak 435 pelaku UMKM terpantau berhasil. Pada CFD pertama pelaku UMKM mendapatkan pemasukan besar, mungkin karena jumlah pelaku usaha masih sedikit, dan memanfaatkan lokasinya hanya satu ruas jalan, yang kedua memakai dua ruas jalan dengan jumlah pelaku usaha bertambah, pendapatan mulai berkurang dan demikian juga yang ketiga, hal ini disebut hukum ekonomi.
Pemerintah menciptakan CFD dengan diharapkan mendapat angin segar bagi pelaku UMKM disaat ekonomi keuangan negara sedang melakukan efisiensi, dan solusi terbaik menggerakkan UMKM paling tepat, namun kenyataannya tidak sesuai harapan.
Mereka berharap dengan kehadiran bupati yang di kolaborasi dengan senam bersama dan lomba jalan santai untuk balita dapat menambah pemasukan, namun kenyataan sebaliknya.
Seperti yang disampaikan beberapa pedagang, ternyata pejabat yang mengikuti Bupati hanya jalan-jalan saja dan sebagian kecil belanja. Perkiraan saya dengan kehadiran Bupati ke CFD mereka pasti ramai dan jualan laris, ternyata hanya bisa dihitung jari yang belanja, ujarnya. Selasa (13/10).
Salah satu pedagang asal Desa Sooko yang tidak mau disebutkan namanya, mengusulkan kepada Gus Bupati, bahwa alangkah senangnya pedagang, jika beliau dapat menghadirkan dan menjadwalkan semua Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Mojokerto untuk hadir setiap ada CFD, dimana CFD tersebut dilaksanakan setiap dua minggu sekali dalam satu bulan.
Kalau dihitung, kita estimasi OPD se Kabupaten Mojokerto jika ada 50, dan setiap CFD ada 5 OPD menghadirkan 10 orang, maka ketemu 50 orang dan masing-masing orang belanja minimal sebesar 100 ribu, akan ketemu Rp.5.000.000, itu belum termasuk pembeli dari masyarakat, sehingga perputaran uang di masyarakat dapat berjalan dengan baik, juga menciptakan tenaga kerja baru, harapnya.
Dari perjalanan CFD kali ketiga, hanya Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mojokerto dapat mencatat perputaran uang, namun hanya mencatat untuk anggota binaannya saja, yakni:
Bulan Agustus Rp 6.321.000
Bulan September Rp 7.297.500
Bulan Oktober Rp. 5.273.000.
Sedangkan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam CFD belum menemukan angka perputaran uang di masyarakat selama kegiatan. Oleh karena itu pelaksanaan CFD hanya bisa dianggap berhasil, namun belum bisa dikatakan sukses. (Jo)