JJ Mojokerto – Sudah sejak lama jadi rasan-rasan Masyarakat Mojokerto khususnya Masyarakat Kecamatan Trowulan terhadap keberadaan pasar Trowulan yang dibangun megah dengan anggaran Milyaran rupiah mangkrak sejak diresmikan Bupati Mojokerto Ikfina Rahmawati tahun kemarin dan sampai sekarang belum juga mewarnai hakekatnya sebuah pasar yang sesungguhnya disebut pasar. Pasar adalah pusat dimana bertemunya pedagang dan pembeli berbaur menjadi satu didalamnya.
Ikfina sebutan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini dalam sempalan sambutannya menanyakan kepada masyarakat yang hadir ” pasar Trowulan ini kenapa kok sepi, apakah pedagangnya yang kurang atau pembelinya yang tidak ada ” dan ” dijawab oleh masyarakat penjualnya yang kurang ”
Lanjut Bupati, agar pasar Trowulan ini jadi ramai kita harus Ikhtiar lahir batin dengan memohon kepada Allah SWT agar pasar Trowulan bisa ramai, disamping itu untuk melengkapi acara ruwatan ini kita mendatangkan tanah dari pasar yang ramai di Kabupaten Mojokerto juga menanam pohon dan pengambilan air dari beberapa mata air serta bantengan
Masih Ikfina, untuk melengkapi ruwatan pasar ini belum lengkap kalau belum ada wayang sehingga Bupati Mojokerto memerintahkan Pak Iwan (maksudnya Iwan Abdillah, SH. M.Si selaku kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto) untuk mengagendakan adanya Wayang.
Acara ruwatan ini dilaksanakan di halaman pasar Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Minggu, 7/8/2022 siang
Dalam ruwatan pasar Trowulan ini disamping Bupati Mojokerto tanpak hadir adalah Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Kepala Disbudparpora Kabupaten Mojokerto, Direktur Bank Jatim, Camat Trowulan, Kapolsek Trowulan dan personil Danramil Trowulan

Iwan Abdillah dalam sambutannya ” berdasarkan monev yang kami lakukan ternyata sepinya pasar Trowulan ini disebabkan karena jalannya terlalu ramai sehingga sangat berbahaya dan kami juga melakukan monev secara tehnis dan non tehnis, dan setelah kita diskusikan dengan tokoh agama dan tokoh budaya, maka munculah Bantengan, dan ini terbukti yang hadir luar biasa ”
Sambung Iwan, ” dalam ruwatan pasar Trowulan ini diambilkan tanah dari Pasar Raya Mojosari, Pasar Niaga, Pasar Kutorejo, Pasar Dlanggu, Pasar Pohjejer, Pasar Kedung Maling dan Pasar mewakili utara sungai yaitu Gempolkrep serta penanaman pohon Tanjung dan pohon Mojo dan akan disiram dari air pertitaan Jolotundo Trawas, air Panguripan Desa Pakis dan Kolam Segaran .” Ucapnya. (Jo)






