Pemkab Madiun Gelar Penganugerahan Lomba Inotek 2026

Redaksi
By Redaksi
10 Views
3 Min Read

MADIUN, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Penganugerahan Lomba Inovasi dan Teknologi (Inotek) 2026, Ciptakan Teknologi Solutif dan Berkelanjutan di area Kampus Universitas Sebelas Maret Caruban, Kamis (16/7/2026).

Kepala Bapperida Kabupaten Madiun, Sodik Hery Purnomo menyampaikan, ajang ini melahirkan berbagai terobosan digital yang fokus pada efisiensi pelayanan masyarakat, dari sistem pembayaran pajak digital (e-fax), manajemen sampah, hingga teknologi kesehatan yang mampu mendeteksi dini penyakit TBC melalui analisis suara batuk.

Lebih lanjut, Sodik mengatakan, penyelenggaraan Inotek tahun ini bertujuan untuk memotivasi serta menfasilitasi masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para inovator di era digital agar mampu menciptakan teknologi solutif.

“Melalui inovasi digital tersebut, pelayanan publik diharapkan lebih mudah, cepat, transparan, sekaligus mampu menjawab berbagai permasalahan nyata di daerah, serta mendongkrak indeks daerah,” ujarnya.

“Momen penganugerahan ini, juga menjadi wadah apresiasi untuk memacu kreatifitas berkelanjutan, dan menegaskan kehadiran pemerintah dalam mendukung sektor pemdidikan melalui penyediaan program beasiswa bagi keluarga yang membutuhkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan, bahwa seluruh karya pemenang Inotek 2026 selanjutnya akan melewati kajian hingga hak paten, karena aspek keamanan dan legalitas tetap menjadi prioritas utama.

“Secara teori, inovasi-inovasi ini sangat luar biasa. Namun, karena masih baru mekanismenya kita patenkan dahulu. Harus melalui uji coba dan kajian mendalam, agar mendapatkan serifikasi resmi dari pemerintah, sebelum benar-benar di launching ke masyarakat,” jelasnya.

Bupati menambahkan, pihak pemkab menjadwalkan proses evaluasi ketat dalam tiga bulan kedepan, dan jika seluruh sistem dinyatakan siap setelah penandatanganan implementasi bersama jajaran OPD terkait, inovasi tersebut baru diluncurkan secara massal untuk melayani masyarakat luas.

Pada puncak acara, diumumkan para pemenang dari berbagai kategori yang berhasil membawa pulang penghargaan dan dana pembinaan.

Pada kategori I (Inovasi Daerah), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, meraih juara 1 inovasi, “Transaksi Non Tunai dalam Tata Kelola Keuangan Desa menggunakan CMS-Siskeudes”, disusul Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juara 2 dengan, ” Si Lebah Edu: Sistem Learning dan Bantuan Holistik Education”. Urutan juara 3 Dinas Kesehatan melalui platform, “EMASSA : Edukasi Emergensi Masuk Masyarakat”.

Untuk kategori II (Berbasis Website/Mobile Apps/Android), dimenangkan oleh Mahdaviqia Dharmawan, inovasi : ” Pendekar Sawah”. Untuk kategori III (Bidang Agribisnis, Energi Baru Terbarukan, Sosial Budaya dan Kependudukan), juaranya Ahmad Latiful Ansor dan Angga Lestiana Putra, lewat sistem pengelolaan sampah, “V-SIRCULAR 29”.

Dikelompok pelajar kategori IV, Julia Nabila Karim dan Fatimah, berhasil menyabet juara 1 melalui karya kuliner lokal inovatif bertajuk: “Pembuatan Macaco Cookies”. (Ben).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *