Menko Polkam : Jangan Menyakiti Alam, Agar Alam Tidak Menyakiti Kita

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Purnawirawan TNI dengan pangkat Jenderal Kehormatan (bintang 4) Djamari Chaniago melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Kabupaten Mojokerto disambut oleh Pengasuh Pondok Pesantren, Dr. KH Asep Sdaifudin Chalim MA, Sabtu (14/2)

Diruang rapat Gedung Putih Serba Guna Graha Afia itu, Chaniago bersama Dr KH Asep Sdaifudin Chalim MA melakukan pertemuan dengan Bupati Mojokerto, staf ahli Bupati, Asisten, kepala OPD, Direktur BUMD, Forkopimca se Kabupaten Mojokerto dan Pimpinan LSM Kabupaten Mojokerto, setidaknya 300 orang yang hadir.

Dihadapan ratusan orang tersebut, dirinya menyampaikan bahwa Mojokerto adalah Kabupaten pertama yang mengundangnya untuk datang. “Rasanya belum ada kabupaten yang mengajak saya untuk hadir ke kabupatennya, baru Mojokerto. Itu yang saya ingin cari dan temukan, yang akan saya laporkan kepada Presiden, ucapnya.

Dia mengingatkan, tentang bahaya hoax yang menyebar melalui media digital, seperti kasus Agustus September silam, ketika saya belum ada di kabinet, terjadi pembakaran di beberapa tempat, itu tidak boleh terjadi lagi, jangan percaya hal yang menghancurkan kehormatan dan kebersamaan rakyat, tegasnya.

Masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara benar jika ada keluhan, “Demo tidak dilarang, tapi jangan sambil membakar, pakai bom Molotov, atau menyerang petugas, itu dilarang sama sekali.

Jika ada keluhan, datanglah ke Bupati, Dewan, Kapolres, Danramil, atau Babinsa. Jangan langsung percaya berita bohong yang menyatakan Bupati korupsi tanpa bukti,” tegasnya.

Masih Menko Polkam, “setelah melihat kondisi Mojokerto, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah yang perlu diwaspadai secara serius, betapa hebatnya Mojokerto, jadi tidak perlu ada lagi masalah yang tidak perlu,”

Tambahnya, mengingatkan pentingnya menjaga alam karena wilayah Mojokerto sebagian besar berbukit-bukit, bencana alam bisa menimpa kapan saja, jangan menyakiti alam, agar alam tidak menyakiti kita. Contoh di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah di Brebes selatan, Semarang, bencana alam menyebabkan kerusakan besar bahkan korban jiwa. Kalau kita menyayangi alam, yakin alam akan menyayangi kita, sumber mata air akan tetap ada dan tanah akan terhindar dari longsor, terutama galian C yang merusak alam, masyarakat dapat mengingatkan dan laporkan.

Sementara itu, KH Asep menyampaikan bahwa kita punya PR terhadap galian C ilegal, untuk dilegalkan, dipermudah perizinannya, namun tentunya penuhi syarat-syaratnya dan harus direklamasi. Alam akan murka, jika dizolimi, banyak tanah-tanah langsong akibat galian C ilegal akbat tangan-tangan yang merusak alam, ujarnya.

Pak Prabowo dengan jelas dan tegas mawakafkan dirinya untuk Indonesia maju, adil dan makmur, berani menutup seribu tambang, menyita jutaan kebon sawit, mengambil uang-uang yang tidak benar ratusan trilyun untuk kesejahteraan rakyat, demi cita-cita luhur kemerdekaan yang adil dan makmur dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia segera tercapai.

Inilah kehadiran Presiden yang diharap-harapkan oleh rakyat, kita harus malu dan harus bekerja untuk Mojokerto tercinta menjadikannya percontohan, karena di Mojokerto ini pernah ada kerajaan besar yaitu Majapahit, ujarnya.

Ia juga menyampaikan data terkait kondisi nasional, Indonesia pertumbuhan ekonominya meningkat, tapi jumlah kemiskinan juga meningkat. Oleh karena itu mereka yang merasa terusik akan melakukan beberapa cara dan melempar bola-bola liar.

Sudah lama rakyat merindukan Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Dirinya menekankan, bahwa dengan kepemimpinan Bupati saat ini, pertumbuhan ekonomi Mojokerto menjadi tertinggi di Jawa Timur. (Jo)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp