Lestari Award 2025 Kabupaten Madiun Memberikan Penghargaan Kepada 165 Penggiat Lingkungan

Redaksi
By Redaksi
170 Views
3 Min Read

MADIUN, Jejaknurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Lestari Award 2025 dengan pemberian penghargaan kepada 165 penggiat lingkungan yang berkontribusi nyata menjaga kelestarian alam di wilayah masing-masing.

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Madiun, dr. Purnomo Hadi, M.H., Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, OPD, Camat, Kepala Desa, Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, serta 165 penggiat lingkungan penerima penghargaan.

Melalui Lestari Award 2025, Kabupaten Madiun memberikan penghargaan kepada 165 penggiat, mulai dari sekolah, pondok pesantren, OPD, pelaku usaha, hingga komunitas penggiat lingkungan, kegiatan dilaksanakan di Hotel Mercure Kota Madiun, Senin (27/10/2025).

Selain penyerahan penghargaan, juga dirangkaikan dengan launching aplikasi SIPEPELING (Sistem Pengaduan dan Pelaporan Lingkungan), sebagai bentuk inovasi digital mempermudah masyarakat untuk melaporkan pelaku pencemaran lingkungan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi menjelaskan, bahwa penghargaan tersebut diberikan bukan untuk siapa yang menang, melainkan untuk mengapresiasi setiap langkah nyata dalam menjaga, serta memelihara kelestarian lingkungan.

Wabup menambahkan, ini bukan soal kalah atau menang, penghargaan ini diberikan kepada insan-insan yang peduli terhadap lingkungannya, melalui menjaga kebersihan, menanam pohon, memelihara dan melestarikan alam. Sebab apa yang kita tanam hari ini, nantinya akan dinikmati oleh anak dan cucu kita kelak.

“Permasalahan lingkungan hidup ini menjadi masalah global, bukan hanya di Kabupaten Madiun, melalui Lestari Award, kami ingin menumbuhkan semangat. Agar para penggiat lingkungan semakin semangat menularkan kepeduliannya kepada yang lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi, menjelaskan, tujuan dari pada Lestari Award tahun 2025 ini adalah untuk memberikan apresiasi atau penghargaan kepada masyarakat Kabupaten Madiun dari berbagai komunitas termasuk individu juga, atas dedikasi dan kepedulian dalam pengelolan lingkungan hidup di Kabupaten Madiun.

Lebih lanjut katanya, agenda seperti ini baru pertama kali kita laksanakan di tahun 2025, sekali lagi ini bagian bentuk komitmen dari pemerintahan daerah melaksanakan visi Kabupaten Madiun Bersahaja (bersih, sehat dan sejahtera).

“Penerima reward atau apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Madiun yang kita laksanakan pada hari ini, ada 165 peserta penerima dari 8 katagori penghargaan yang diberikan,” ujarnya.

Zahrowi menambahkan, dari 8 katagori diantaranya individu putra putri lingkungan hidup, sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten maupun Provinsi, ekopesantren ramah lingkungan, desa berseri provinsi Jatim, proklim (program kampung iklim) secara nasional, ketaatan pelaku usaha dalam pengolahan dokumen lingkungan hidup, bank sampah, ada mandor.

Terkait pengelolaan sampah di Kabupaten Madiun, timbunan sampah per hari mencapai 260 ton, yang sudah terkelola baru 40 persen, sedangkan sisanya tidak terkendali, ada yang dibuang di sungai, sepanjang jalan protokol dan tempat lainnya asal buang sembarangan.

“Ini bagian dari pe er dan tanggungjawab kita bersama, bagaimana pembuangan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Madiun semakin baik,” pungkas Zahrowi. (Ben).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *