Kegiatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Madiun

JJ MADIUN | Pemkab Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menggelar Sosialisasi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), bertempat di Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (21/6/2022).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, sekaligus membuka kegiatan di dampingi Camat Kebonsari, Mohammad Jazuli, dan Kepala Desa Tambakmas, Sugeng Wibowo, serta keluarga dari PMI/PMI purna sebanyak 40 orang.

Sedangkan untuk narasumber sesuai bidangnya dari BPR Kabupaten Madiun dengan materi bagaimana mengelola keuangan, menabung, mengirim dan menerima uang, serta pinjaman maupun tentang Asuransi.

Untuk narasumber dari Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun menjelaskan pentingnya Berwirausaha dan Koperasi. Sedangkan dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Koordinator Wilayah Madiun, memberi materi terkait prosedur dan mekanisme penempatan TKLN, mencegah terjadinya penempatan PMI secara ilegal, dan memberantas calo, serta mengenal negara tujuan.

Sementara itu Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Madiun, Hengky Sukarno mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman regulasi guna mencegah penempatan PMI secara ilegal.

Hengky menambahkan, juga pemahaman pengelolaan keuangan, lembaga keuangan dan produknya untuk berwirausaha atau koperasi, guna meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga PMI maupun PMI purna.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, nantinya bisa membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Madiun,” kata Hengky.

Kepala Disnaker Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro dalam sambutannya mengatakan, kenapa Desa Tambakmas dipilih sebagai lokasi pembinaan, karena desa ini merupakan salah satu penyumbang devisa negara, termasuk Kabupaten Madiun, yang mana desa ini sudah terlihat keberhasilannya.

Heru menambahkan, desa Tambakmas merupakan Pioneer PMI yang hasilnya sudah terlihat. Ini membuktikan kalau PMI dari luar negeri pulang membawa keberhasilan.

“Kami Disnaker, berkewajiban apa yang selama ini sudah di dapatkan dari luar negeri, bisa ditingkatkan lagi pengelolaannya,” ungkap Heru.

Lebih lanjut di katakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan, serta pemahaman kepada masyarakat, terutama PMI purna dan keluarganya agar memiliki perencanaan keuangan yang baik dan tidak konsumtif.

“Pada kesempatan ini peserta bisa sharing dengan narasumber, terkait bagaimana cara mengelola keuangan, jika sudah baik bisa ditingkatkan,” pungkas Heru.

Kepala desa Tambakmas, Sugeng Wibowo menyampaikan, jika sampai saat ini tidak ada PMI dari desanya yang bermasalah di luar negeri. Justru tingkat keberhasilannya sangat luar biasa, dan perekonomian masyarakat meningkat.

“Kami sangat berterimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini, yang mana menjadi kontribusi bagi masyarakat Desa Tambakmas yang ada hubungannya dengan PMI,” katanya. (Ben).

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp