MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id — Komunitas pencinta kereta api (railfans) lokal biasa disebut Java Train) wilayah Jawa Timur melakukan sosialisasi keselamatan di palang pintu lintasan kereta api yang aktif bekerja sama dengan PT KAI dalam kampanye keselamatan dan edukasi perkeretaapian.
Java Train wilayah Jawa Timur kali ini melakukan sosialisasi keselamatan di palang pintu lintasan kereta api di perlintasan Jalan Pahlawan bersebelahan dengan Pom Bensin Kota Mojokerto, Senen (6/7) sore.
Java Train ini sudah mengetahui jam-jam berapa kereta api melintas, hal ini terbukti di jalan tersebut ada kereta api melintas dia kali, sambil menunggu kereta api lewat, Java Train ini berdiri berjajar di sebelah utara dan selatan palang pintu memberikan sosialisasi atas keselamatan pemakai jalan manakala kereta api lewat dengan harapan jangan ada kendaraan melintas saat palang palang pintu tertutup.
Seperti yang dikatakan Reza selalu Menejer Public Relations KAI Komuter Jakarta, mengatakan “ini biasa sih kita laksanakan setiap bulan, untuk sosialisasi keselamatan di setiap perlintasan kereta api, perlintasan ini kalau ditotal di seluruh Indonesia sekitar 3.000 lebih”. Ujarnya.
Kita berkolaborasi dengan dinas perhubungan dan pemda setempat serta komunitas Java Train, karena perlintasan ini selain tanggungjawab KAI, juga tanggungjawab Pemda juga. Kita secara rutin mengingatkan kepada pengendara untuk berhati-hati saat palang pintu sudah berbunyi dan seharusnya berhenti, apalagi palang pintu sudah tertutup, jangan menerobos sangat berbahaya, apalagi perjalanan kereta api ini dilindungi Undang-Undang. Tegasnya.
Java Train ini sudah ada sejak adanya rel kereta api, namu dulu namanya relawan, dan sekarang menjadi komunitas, komunitas ini sekarang ada 80 an tersebar di Indonesia, kalau Jawa Timur sebut saja Surabaya sudah ada berapa, seperti di Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, dan kota lainnya, karena Surabaya kan banyak lintasannya. Tambah Reza.
Sementara itu anggota komunitas Java Train Aldi Maulana asal Tandes Surabaya, mengatakan saat ini kita memberikan sosialisasi kepada pengendara yang kebetulan berhenti saat kereta api akan lewat dengan tujuan agar berhati-hati saat kereta api lewat, apalangi pintu lintasan sudah tertutup, jaga keselamatan dan jangan menerobos walaupun kereta api belum lewat, namun suara sudah berbunyi.
Masih Aldi, kita hari ini di Mojokerto, bersama teman-teman dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Nganjuk, dan sebaliknya nanti kita ke Surabaya. Berbicara terkait anggota setiap komunitas, dia menjawab, ada banyak sekitar rata-rata 173 an orang, tambah Aldi. (Jo).