JJ Mojokerto – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia Mojokerto Raya mulai kegiatannya menyelang akhir tahun 2022 yang diawali dengan rapat koordinasi dan konsolidasi antar lembaga di tubuh organisasi kewartawan tersebut.
Dwijo Kretarto, SE.MM selaku ketua DPC. Mojokerto Raya mengawali sambutannya dengan cerita bahwa AWDI sebagai organisasi profesi yang berdiri sejak tahun 1998, turut andil ambil bagian pada reformasi memperjuangkan kebebasan berpendapat, hak-hak pers berekspresi jurnalis/pers yang bungkam mandul pada masa era orde baru, mendesak bersama organisasi pers lainnya untuk dibubarkannya Departemen Penerangan sebagai corong kekuasan pada masanya. Artinya AWDI ini bukan organisasi cabe-cabean dan organisasi anyaran, namun sejak berdirinya tahun 1998 turut andil dalam memperjuangkan hak dan kemerdekaan pers
AWDI sendiri pada saat itu ikut berperan dalam mensahkan kerangka dasar aspirasi pers dalam merumuskan untuk jurnalis dari UU Pokok Pers 1996 tentang peralihan baru menjadi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers sampai sekarang
dan sudah tercatat pada Akta Notaris / AHU-0000844.AH.01.08. Tahun 2021 dengan komponen kepengurusan yang baru seperti Iwan Setiawan Pane. SE sebagai ketua Umum, Bendahara Umum Rusman Nuryadin.SH

Lebih lanjut Mbah Jo panggilan akrab ketua AWDI ini menyelaskan ” saatnya kita mulai berbenah dan ayo kita lakukan tertib administrasi seperti kelengkapan atas legalitas dan lain-lain yang wajib kita penuhi sebagai organisasi AWDI Mojokerto Raya kita ini, dan sekarang kita akan bagian Kartu Tanda Anggota (KTA).” rapat dilaksanakan di Cafe Nyambung Roso Kuwung Kota Mojokerto, Jum’at (9/9/2022) siang.
Trianto seorang wartawan senior Mojokerto dari Media Pojok Kiri mengatakan pada sesi tanya jawab ” kita disini adalah wartawan semua yang ikut organisasi pers harus selalu saling bekerja sama, saling membantu dan tidak individu, manakala ada teman kita yang kena masalah maupun dalam proses kerjasama di pemerintahan terutama di Diskominfo kita tetap saling membantu.
Ditempat yang sama Gatot yang juga wartawan gaek Mojokerto ini menimpali atas usul Trianto menekankan bahwa kita harus segera dikukuhkan karena kita sudah punya KTA agar kita segera aktif untuk melaksanakan program kerja kedepannya.
Diakhir acara Mbah Jo berpesan agar KTA yang sudah diterima ini tidak boleh dibuat sembarangan kecuali untuk organisasi dan pergunakan KTA medianya masing-masing dalan bekerja. Tegasnya.
Acara ditutup dengan doa oleh Gus Husnan dari Media Tropong dan dilanjutkan dengan ramah tama. (San)






