MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Se-kabupaten Mojokerto masa bakti 2025-2030 dilaksanakan di Wisata Lembah Mbencirang Desa Kebontunggul, Gondang Mojokerto, Rabu (14/05) Siang.
Hadir dalam acara itu adalah perwakilan dari DPMD, Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, Forkopimca Gondang, Anggota PKD Indonesia (PKDI) dari 18 Kecamatan se Kabupaten Mojokerto sekitar 156 orang.
Supoyo, ketua Panitia pelaksana yang juga sebagai Kades Petak Kecamatan Pacet dalam sambutannya mengatakan “PKD Indonesia Kabupaten Mojokerto ini adalah sebuah organisasi yang lahir dari rahim kita bersama, lahir dari niat ikhlas kita bersama, dengan harapan rumah besar yang bernama PKDI ini bisa memberikan rasa nyaman, aman bagi kepala desa. Oleh karena itu kita selalu menjaga komitmen, selalu menjaga eksistensi dari lembaga ini, terbukti telah terbentuknya 18 kepengurusan di tingkat kecamatan 100 persen.” Ujarnya.
Masih Supoyo, Alhamdulillah kita sudah menunjukan komitmen dan konsistensi dengan melaksanakan audensi dengan TAPD dan juga bersama Bupati.
Lanjutnya, dengan Muscam ini, kita beri tema “Kepala Desa bersatu, Mojokerto maju,” dan ini akan kita perjuangkan bersama-sama dengan mengisi ruang-ruang kosong yang perlu kita perjuangkan. Oleh karena itu, kita harus komitmen selalu mendukung bupati dan wakil buatt, mendukung Pemerintah Daerah, karena itu adalah merupakan marwah dari kepentingan poltik kita, tidak ada yang lainnya. tidak ada kepentingan golongan dan kepentingan perseorangan, dan yang ada adalah kepentingan rakyat desa yang kita sepakati bersama. Tegas Kades Petak ini.
PKD Indonesia ini bukan organisasi terlarang, PKD Indonesia ini adalah bentuk komitmen, berserikat, berkumpul, berorganisasi.
PKD Indonesia ini dilandasi dan dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karena itu, kita tidak perlu was-was, tidak perlu gelisah, tidak perlu takut pada organisasi ini. Tambahnya.
Dalam Muscab PKD Indonesia itu, Kades Temon, Sunardi dipilih secara aklamasi sebagai Ketua PKD Indonesia Kabupaten Mojokerto periode 2025-2030. Sunardi menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemkab Mojokerto, salah satunya realisasi Kartu Indonesia Sehat Daerah (KISDA) sebagai program unggulan layanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto.
’’Alhamdulillah secara aklamasi, saya dipilih dan diberi amanah oleh teman-teman kades sebagai ketua PKD Indonesia Kabupaten Mojokerto.” Ujarnya.
Bersamaan dalam musyawarah cabang ini, pihaknya langsung membuat susunan pengurus cabang PKDI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2025-2030. Dengan terbentuknya struktur kepengurusan, kini organisasi kepala desa baru di Bumi Majapahit ini mulai mempersiapkan untuk pelantikan yang rencananya digelar di Hotel Ayola, Kota Mojokerto.
’’Secepatnya kita agendakan untuk proses pengukuhannya oleh ketua DPD. Kita targetkan bulan ini bisa terealisasi.’ Terang Nardi.
Legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM Asasi Manusia Republik Indonesia juga sudah dikantongi. Mandat ini tentu menjadi angin segar bagi PKDI untuk merealisasikan dukungan secara legal kepada program Pemkab Mojokerto.
’’Secara khusus kami juga mendukung penuh program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang diluncurkan Gus Bupati sebelumnya. Secara masif kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar apa yang menjadi harapan pemda asas manfaatnya benar-benar dirasakan.”
Tak sekadar itu, PKDI bakal memastikan masyarakat tersosialisasikan dan bisa menikmati layanan kesehatan melalui Kartu Indonesia Sehat Daerah (KISDA). “Kita kawal agar masyarakat benar-benar bisa mengakses layanan kesehatan dengan hanya berbekal KTP saja.” Pungkasnya. (Rubi)






