Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2024 ini kembali melakukan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-121 Tahun 2024 di Desa Bandung Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto.
TMMD ke-121 dibuka dengan upacara apel bersama di Lapangan Desa Bandung Kecamatan Gedeg, pada Rabu, (24/7/2024). Pagi.
Sebagai Inspektur Upacara adalah Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, sedangkan peserta upacara adalah Pasukan dari kodim 0815 Mojokerto, Polres Mojokerto, Polresta Mojokerto, Satpol PP Kabupaten/Kota Mojokerto, Damkar, Senkom, FKPPI, ANSOR dan Pramuka.
Sementara itu, Bupati Mojokerto dalam kata sambutannya, mengatakan “tujuan TMMD ini adalah dalam rangka pemerataan pembangunan nasional untuk lebih sejahtera, adil, gotong royong, pastisipasi serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.” Ujarnya.
Hadir dalam acara apel pembukaan itu adalah Bupati Mojokerto, Komandan Korem 082 CPYJ, Komandan Kodim 0815, Kapolres dan Kapolresta Mojokerto, Wakil DPRD Kabupaten Mojokerto, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ketua Kejaksaan, Kepala Pengadilan, Para kepala OPD, Direktur RSU. RA. Basuni, Forpimca Gedeg, Kepala Desa Bandung, dan semua Kepala Desa se-Kecamatan Gedeg.
Lebih lanjut, Bupati Ikfina menjelaskan “anggaran yang digunakan untuk TMMD adalah dari APBD Kabupaten Mojokerto untuk pekerjaan fisik sebesar Rp.1.100.000.000, sedangkan yang Rp. 600.000.000 bantuan dari Baznas.” Jelasnya.

hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (16, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;
Masih Bupati Ikfina menjelaskan bahwa sasaran kegiatan dari TMMD ini ada fisik dan non fisik, adapun
kegiatan fisik meliputi :
1. Rapat beton jalan lingkungan dusun Bandung Wetan Desa Bandung ;
2. Rapat beton jalan lingkungan dusun Ngudi Lor Desa Bandung ;
3. Reb. 1 Unit Mushola ;
4. Pembangunan penerangan jalan ;
5. Rehab. ruang perpustakaan SDN 2 Bandung ;
6. Pembangunan jembatan
7. Renovasi rumah tinggal layak huni.
Sedangkan non fisik terdiri dari sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, dan bantuan pelayanan. Ujarnya.
Lanjutnya, kegiatan sosialisasi, meliputi wawasan kebangsaan, ketertiban masyarakat difokuskan pada judi dan pinjaman online, pencegahan penggunaan narkoba.
Penyuluhan, seperti Kesehatan lingkungan, Remaja, penyakit tidak menular, penanggulanga bencana, perangkat Linmas, pembinaan kearsipan pemerintah Desa, perpustakaan digital, pemberdayaan masyarakat pada BUMDes, pemberdayaan peran kader pembangunan manusia, pemberdayaan masyarakat desa, pemberdayaan pokja non posyandu.
Sedangkan kegiatan pelatihan dan pemberian bantuan adalah pelayanan kependudukan keliling, bantuan Disekpektan dan handpreiyer, perpustakaan mobil keliling, dan bantuan tanaman penghijauan. Jelas Ikfina. (Jo. Adv)