Mojokerto, Jejakjurnalis.id –Sumber Jaya Plastik Industri Daur Ulang Plastik/Pencacah Plastik yang berdomisili ditengah-tengah pemukiman padat penduduk Desa Wringinrejo Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto ini jadi rasan-rasan warga sekitar pabrik
Pasalnya banyak warga yang mengeluh akibat bau limbah cair yang menyengat dan tangan petani jadi gatal-gatal.
Salah satu warga berinisial AS saat dimintai keterangan awak media ini menceritakan bahwa warga sini banyak yang mengeluh mas, katanya bau limbah cair dari pabrik pencacah plastik yang berlokasi di RT. 4 – RW. 4 itu sangat menyengat dan katanya juga banyak petani tangannya gatal-gatal kena air sungai yang tercampur limbah itu.

Gunadi, pengelola pabrik tersebut, saat dimintai keterangan mengatakan kalau air pembuangan hasil cuci plastik itu tidak bau dan tidak menyebabkan gatal-gatal.
Cerita Gunadi lagi, kalau misalkan gatal pasti pegawai saya yang mencuci juga merasakan gatal-gatal.
Gunadi menjelaskan, karyawan saya ada 15 orang, yang 10 orang pekerja harian dan yang 5 pekerja borongan, rata-rata pegawai saya perempuan mas
Awak media saat melihat tandon air limbah di halaman pabrik tersebut, tanpak air limbah berwarna hitam dan berbusa serta berbau seperti Waled (endapan lumpur sungai), dimana tanpak terlihat pipa pararol dan mesin pompa diatas tandon untuk penyedot air.
Gunadi mengatakan kalau air limbah ditandon itu penuh dibuang ke tanah depan itu dan kalau hujan air tersebut sudah tidak bau dan gatal karena sudah bercampur dengan air hujan keluar lewat saluran air. Jelasnya

Dulu memang kita buang di sungai, berhubung kena keruk perbaikan jalan akhirnya pipanya rusak semua dan sekarang tidak kita buang ke sungai, terangnya
Lebih lanjut Gunadi mengatakan bahwa pabriknya sudah mempunyai ijin sejak 2003 dan tahun 2020 baru selesai ijin ulangnya. Pungkasnya.
Ditempat lain Kades Wringinrejo saat dihubungi awak media ini melalui saluran WhatsApp menyampaikan ” Banyak warga saya yang laporan ke saya kalau limbah pencucian plastik bau dan gatat-gatal, harapan warga minta pabrik ditutup.”
“Kedepannya Saya akan mempertemukan pengusaha dengan warga saya pak. ” Tegas Kades. (Ris/tim)






