Pemkab Madiun Menggelar MPLS Sekaligus Open House Bagi Calon Siswa Sekolah Rakyat

Redaksi
By Redaksi
16 Views
3 Min Read

MADIUN, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus Open House bagi calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Tahun Ajaran 2026 – 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kemensos RI, Rachmat Koesnadi, Kadinsos Provinsi Jatim, Restu Novi Widiani, Bupati Madiun didampingi Wakil, Sekda, Kajari Kabupaten Madiun, Plt. Bupati Ponorogo, Ketua DPRD Ponorogo, Kepala SR dari Kabupaten Madiun dan Ponorogo, bertempat di Jalan Kasatrian, Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Selasa (14/7/2026).

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House diinisiasi oleh Kementerian Sosial, untuk menyambut tahun ajaran baru bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) di berbagai daerah.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para peserta didik baru, khususnya dari keluarga rentan, untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan fasilitas asrama. Rangkaian kegiatan ini ditujukan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk memastikan kesiapan siswa dan orang tua sebelum kegiatan belajar mengajar resmi dimulai.

Kepala Dinsos Provinsi Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan kesiapan seluruh Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

“Hingga saat ini, progres pembangunan sekolah rakyat di Jawa Timur rata-rata telah melampaui 91 persen dan seluruhnya terus dikebut agar siap digunakan hingga akhir Juli 2026,” katanya.

Kepala Dinsos Provinsi Jatim, Restu Novi Widiani menambahkan, proses penerimaan peserta didik saat ini masih berlangsung, sehingga jumlah siswa di masing-masing daerah masih dimungkinkan berubah sesuai kebutuhan.

Lanjut katanya, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan bagi keluarga siswa, meliputi pemberdayaan ekonomi, perluasan perlindungan jaminan sosial, serta berbagai program pendukung lainnya.

“Sehingga langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan, melalui peningkatan akses pendidikan dan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Madiun, Hari Wuryanto menyampaikan, pihaknya Pemkab Madiun turut mendukung terhadap program strategis pemerintah tersebut melalui Kementerian Sosial RI.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Madiun, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah Provinsi Jatim, Kementerian Sosial RI, serta seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Bupati menambahkan, sekolah rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anak Indonesia, untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

“Ingatlah, keberhasilan seseorang tidak ditentukan darimana dia berasal, tetapi dari kemauan belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Jadikan sekolah ini rumah kedua, tempat kalian bertumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, dan berdaya saing, “ungkapnya.

Bupati berharap, sekolah rakyat di Kabupaten Madiun ini dapat menjadi contoh bahwa pendidikan mampu menjadi jalan memutus mata rantai kemiskinan, membuka masa depan yang lebih baik, sekaligus melahirkan generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Ben).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *