DKPP Kabupaten Madiun Gelar Gerakan Selamatkan Pangan

MADIUN, Jejakjurnalis.id – Pemerintah Kabupaten Madiun, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menggelar Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan, melalui Aksi Stop Boros Pangan di Resto Wisata Lembah Wilis, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa(28/4/2026).

 

Acara tersebut di hadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK , Ny. Erni Hari Wuryanto, Ketua Bidang Pembinaan PKK Kabupaten Madiun, Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto, SP. dan jajarannya, juga menghadirkan nara sumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Prasojo Bayu Suwondo Putro, Ph.D, dan Chief dari Yayasan Satya Vidya Surya, Randy Kusharyanto, serta 30 orang perwakilan Tim PKK se-Kecamatan Kabupaten Madiun.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Ny. Erni Hari Wuryanto dalam sambutannya mengatakan, bahwa negara kita masuk dalam 5 besar dunia yang boros pangan, dampak dari pemborosan makanan seharusnya bukan sekedar kerugian materi tapi kurangnya rasa syukur pada Sang Pencipta.

 

Lebih lanjut katanya, dampak pemborosan terhadap sistem pangan kita berdampak negatif terhadap lingkungan, keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam, serta menimbulkan biaya ekonomi dan sosial semakin meningkat.

 

Ny. Erni Hari Wuryanto menambahkan, dampak lain adalah Sumber Daya Alam (SDA), misalnya membuang sisa makanan menjadikan seluruh SDA yang digunakan untuk berproduksi sesuatu untuk bisa bermanfaat akan terbuang sia-sia.

 

“Selanjutnya, itu akan menimbulkan biaya ekonomi dan sosial semakin meningkat, makanan yang terbuang meningkatkan biaya pengelolaan sampah menjadi semakin besar,” ujarnya.

 

Aksi Boros Pangan ini bukan hanya slogan saja, ibu-ibu yang hadir di sini khususnya PKK yang mempunyai peran penting juga harus menerapkan dalam pola hidup keluarga dan lingkungan sehari-hari, memberikan edukasi informasif guna menyelematkan generasi bangsa dan menjaga Ketahanan Pangan Daerah.

 

“Untuk itu saya mengajak ibu-ibu PKK Kabupaten Madiun semua, mari kita wujudkan Selamatkan Pangan melalui Aksi Stop Boros Pangan dan mengelola sisa makanan yang layak untuk dibagikan kepada yang lebih membutuhkan dilingkungan kita,” pungkasnya.

 

Sementara itu Kepala DKPP Kabupaten Madiun, Paryoto menyampaikan, kegiatan hari ini adalah Pertemuan Gerakan Selamatkan Pangan, dengan menghadirkan PKK terutama Pokja Tiga di seluruh Kabupaten Madiun yang diwakili oleh masing-masing kecamatan, kebetulan ibu Bupati juga hadir dan sekaligus membuka acara tersebut.

 

Lebih lanjut, Paryoto mengatakan, materinya ini ada dua, pertama dengan nara sumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, terkait dengan Aksi Stop Boros Pangan, dan manfaatnya apa serta menganjurkan manfaat pangan jangan sampai melebihi yang kita harapkan nanti dampaknya luar biasa sekali.

 

Paryoto menambahkan, ada nara sumber yang ke dua, yaitu Chief dari Yayasan Satya Widya Surya Madiun, nantinya kita diajarkan untuk memanfaatkan sisa-sisa makanan yang menurut kita tidak bermanfaat, tapi setelah di kelola diberi sentuhan-sentuhan teknologi pangan sangat bermanfaat dan bisa mendatangkan pendapatan diluar dugaan kita.

 

“Untuk sementara, kita ambil sample dari kulit singkong, melon, dan semangka, sebetulnya hampir semua sisa-sisa makanan terutama dari buah bisa dimanfaatkan semua, karena terbatasnya waktu sementara baru itu dulu,” katanya.

 

Harapan kedepannya, peserta yang kita undang ini bisa memanfaatkan ilmu, barangkali sebelumnya belum di dapatkan bisa disebarkan kepada masyarakat.

 

“Dengan apa yang kita dapatkan ini, nanti bisa memanfaatkan sisa-sisa makanan dengan tambahan sentuhan-sentuhan yang di dapatkan dari Chief tadi bisa mendapatkan nilai jual tersendiri,” pungkas Paryoto. (Ben).

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp