Demi Pemerataan Roda Perekonomian, Budiman Sudjatmiko Mengusulkan Orang Miskin Jadi Pemasok Makan Gratis

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read

Jakarta, Jejakjurnalis.id – Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam kampanyenya di Pilpres beberapa bulan yang lalu, telah menyampaikan salah satu program makan siang gratis.

Program andalan tersebut menjadi perbincangan .masyarakat di seluruh Indonesia, karena program tersebut sangat direspon oleh kebanyakan masyarakat miskin.

Adapun sasaran program makan siang gratis tersebut adalah untuk balita 22,3 juta, murid TK 7,7 juta, SD 28 juta, dan Madrasah/SMP 12,5 juta orang, yang anggarkan dari APBN T.A. 2025, sebesar Rp 15.000/anak.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko mengusulkan agar masyarakat miskin dilibatkan sebagai pemasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, keterlibatan orang miskin menjadi pemasok program makan gratis, merupakan upaya untuk memutar roda ekonomian di kalangan masyarakat kurang mampu.

“Saya mengusulkan untuk melibatkan orang miskin, agar terlibat di dalam suplai proses makan bergizi gratis, selain itu juga penerima makan bergizi gratis itu,” kata Budiman di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10).

Budiman mengatakan, setidaknya 50 persen dari total pemasok bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis harus berasal dari kalangan masyarakat miskin.

Dia menambahkan, keterlibatan orang miskin, tidak hanya mendorong kesejahteraan penerima MBG, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi mereka.

“Dia juga berencana untuk menyediakan pendanaan melalui perbankan dan lembaga, seperti Permodalan Nasional Madani, untuk mempermudah akses modal dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).” Ujarnya.

Lanjut Budiman,
program andalan Prabowo tersebut menargetkan 82,9 juta anak sebagai penerima manfaat, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp400 triliun per tahun.

“Pada tahap awal, 3 juta anak dijadwalkan menjadi penerima makanan bergizi gratis mulai awal 2025, dengan peningkatan jumlah penerima hingga 15 juta anak pada Juli 2025, dan anggaran yang disiapkan sebesar Rp71 triliun.” Tegasnya. (Jo)
_________________________
Dikutip dari beberapa sumber.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *