Mojokerto, Jejak jurnalis.id – Sejak setelah Pj. Walikota berkunjung ke RW, 05 Kelud Lingkungan Perumahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto pada bulan puasa beberapa bulan yang lalu, warga menjadi tenang dan tidak was-was lagi.
Namun, kini warga geger lagi gegara banyak warga RW. 05 yang terjamgkit Demam Berdarah Dengue (DBD), dimana DBD adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan dapat mengancam nyawa masyarakat. Penyakit DBD sendiri adalah penyakit yang diakibatkan oleh adanya gigitan nyamuk aedes Aegypti yang sangat identik dengan musim hujan di daerah tropis atau subtropis.

Perhari ini, Kamis 16/5/2024 penderita DBD yang sudah sembuh dan masa perawatan setelah keluar dari Rumah Sakit sebanyak 2 (dua) orang, sedangkan yang sudah sembuh sebanyak 9 (sembilan) orang, dan rata-rata penderita adalah anak-anak.
Berdasarkan informasi dari beberapa warga RT. 01 penderita sebanyak 4 (empat) orang, sedangkan di RT. 02 sebanyak 7 (tujuh) orang.
Hal ini, dikatakan oleh beberapa warga setelah mengunjungi rumah warga yang baru keluar dari rumah sakit, mengatakan “di RT sini 01 yang kena DBD 4 orang, yang masuk rumah sakit 2 orang.
Sementara itu, ibu korban yang anaknya baru keluar dari Rumah Sakit EMMA mengatakan “saya periksakan anak saya di Puskesmas Wates dikasih obat untuk 3 (tiga) hari, hari keempat periksa lagi, dan ditanya saat buang air besar (BAB) nya warnanya hitam, kayak petis.” Katanya. Kamis, (16/5/2024) Malam.

Lebih lanjut, suaminya (Manulang) menuimpali, bahwa istri saya dimarahi, digoblok-digoblokan oleh dokter atau bidan (tidak tahu jelas, siapa yang memarahi), yang jelas dari Puskesmas Wates, dengan mengatakan kok telat dibawa kesini, saya jawab katanya obatnya untuk tiga hari, ya saya kembali setelah tiga hari.
Akhirnya saya minta rujukan, dan dikasih dua, yakni di Emma dan Kamar Medika, akhirnya anak saya, saya bawa ke EMMA, tanpa bayar karena pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Sementara itu, Agus ketua RT. 02 yang kena DBD ada 7 (tujuh) orang, sedangkan RT, 03 satu orang anaknya Pak Pri. Ujarnya.
Masih Agus, “anak saya juga kena pak, ” selanjutnya Agus meraba-raba apakah boleh warga minta di fogging. Tanyanya ?
Atas kejadian ini, baik warga RT. 01 maupun RT. 02, rata-rata menghendaki adanya fogging, namun jangan dibanyakan solarnya, tapi obatnya sedikit. Timpal Pak Hadi warga RT. 02. (Jo)
Baca juga berita sebelumnya ➡➡ https://jejak jurnalis.id/11-orang-warga-jalan-kelud-kelurahan-wates-dimungkinkan-terkena-db/
27 Maret 2024






