MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Gelaran babak semifinal Piala Dunia 2026 tinggal menghitung detak jam, dimana masing-masing tim sudah siap tempur dengan pola permainan dan strategi yang telah disiapkan.
Laga babak ini dilaksanakan pada:
Rabu (15/7)
Pukul 02.00 WIB
Prancis bertemu Spanyol di Stadion Dallas, Amerika Serikat.
Kamis (16/7)
Pukul 02.00 WIB
Inggris bertemu Argentina di Stadion Atlanta.
Berikut perjalanan empat tim yang lolos ke babak semi final dan juara empat tahunan:
Prancis :
8 kali, dan 2026)
4 kali final ( 1998, 2006, 2018, dan 2022)
2 gelar juara dunia (1998 dan 2018)
Spanyol :
Semi final 2 kali (2010 dan 2026)
Final 1, gelar juara 1.
Inggris :
Semi final 4 kali (1966, 1990, 2018 dan 2026), Final 1 gelar juara 1 (1966)
Argentina :
6 kali semifinal (1930, 1986, 1990, 2014, 2022, dan 2026)
6 kali final (1930, 1978, 1986, 1990, 2014, dan 2022), 3 gelar juara dunia (1978, 1986, dan 2022)
Nama empat pelatih yang sukses mengantarkan timnya ke babak Semifinal Piala Dunia 2026 :
1.Prancis – Didier Deschamps
2.Spanyol – Luis de la Fuente
3.Inggris – Thomas Tuchel
4.Argentina – Lionel Scaloni
Prediksi formasi masing-masing tim;
Prancis mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan fokus pada serangan balik cepat dan pertahanan kokoh, bermain sangat cepat dan vertikal, menunggu lawan menyerang, lalu merebut bola dan mengirim umpan panjang ke depan, menempatkan dua gelandang bertahan murni untuk merusak serangan lawan, merebut bola dan langsung mengopernya ke pemain kreatif di depan dan penyerang sayap sering menusuk ke tengah untuk menembak langsung ke gawang.
Spanyol
Spanyol juga menggunakan formasi 4-2-3-1, namun perbedaannya pada penguasaan bola, kecepatan sayap, dan kreativitas lini tengah mengalirkan bola dari kaki ke kaki secara perlahan untuk membongkar pertahanan lawan, lebih suka mengontrol jalannya pertandingan.
Inggris
Tim ini konsisten menerapkan formasi dasar 4-2-3-1. Pola ini mengandalkan keseimbangan antara pertahanan yang kokoh dan serangan sayap yang cepat.
Argentina
Timnas Argentina sering menggunakan formasi 4-1-3-2 untuk menyeimbangkan lini pertahanan dan serangan.
Namun, dimungkinkan sewaktu-waktu formasi tersebut dapat berubah, tergantung strategi masing-masing pelatih. (Jo)