Madiun, Jejakjurnalis.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun menggelar desk pendampingan perencanaan pembangunan desa selama 2 minggu di ruang rapat kantor PMD Caruban, Kamis (12/9/2024).
Seperti yang disampaikan Kabid PMD bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat (PPKM), Bremmy Purba Hari Wijaya, S. E, kepada awak media di lokasi kantor PMD, mungkin pelaksanaan desk tahun ini agak berbeda dengan kegiatan desk tahun-tahun sebelumnya.
Lebih lanjut katanya, untuk tahun ini kita menerapkan desk dengan sistem Hybrid yang artinya menggunakan aplikasi secara penuh yang mana kita melaksanakan klarifikasinya saja.

“Jadi secara sistem kita sudah melaksanakan desk secara aplikasi, dan ini dimulai minggu kemarin selama empat hari, kemudian dilanjutkan dengan ferivikasi untuk klarifivikasi tanya jawab untuk mengetahui kebenaran dokumen yang diberikan melalui aplikasi itu,” jelas Bremmy.
Bremmy menambahkan, jadi untuk desk ini adalah minggu kedua karena minggu pertama desk dengan aplikasi sedangkan yang kedua klarifikasinya, jadi satu minggu di aplikasi satu minggu di klarifikasinya, untuk aplikasinya e-musrenbang.
“Aplikasinya menggunakan webb, melalui android di hp bisa tapi tampilannya kurang maksimal lebih baik menggunakan lap top,” terangnya.
Untuk aplikasi ini beberapa tahun lalu sebetulnya sudah ada dan sudah berjalan, cuman kita terapkan secara full di tahun ini.
Lanjutnya, desk ini kan untuk penganggaran tahun 2025 kita mulai melaksanakan perencanaannya di tahun ini dan full aplikasi, dari 198 desa se-Kabupaten Madiun, di laksanakan dari pagi sampai sore hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

Program aplikasi ini, untuk yang pertama adalah menunjukkan tahapan perencanaan mulai dari musdus, musdes sampai nanti yang terakhir muncul hasilnya rencana Perdes RK-pedesnya yang nantinya ada dokumen-dokumen harus di aploud didalam aplikasi.
“Setelah diaploud, nanti di ferivikasi sama teman-teman timdes Kabupaten untuk melihat ada yang kurang atau tidak, semisal ada yang kurang, proses ini saat tatap muka kita bisa tanya jawab,” ungkapnya.
“Rencana kami di tahun 2025 untuk penganggaran tahun 2026 full murni melalui aplikasi, ini tahapan kenapa kita menggunakan waktu 2 minggu, karena masih percobaan, pihaknya masih trial error dan masih butuh masukan saran dari teman-teman desa terkait aplikasi ini, biar lebih baik kedepannya seperti apa,” pungkas Bremmy. (Ben).