Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Calon Wakil Bupati Mojokerto Gus Sa’dulloh Sarofy, biasa dipanggil Gus Dulloh berkampanye di Desa Semengko Kecamatan Jatirejo dihadiri lebih dari 300 orang simpatisannya. Minggu, (20/11/2024) Sore.
Juru kampanye Paslon IDOLA nomor urut 1 Gus Sofyan dihadapan simpatisan IDOLA, mengatakan “Gus Dulloh adalah orang yang tidak mau bercerita tentang keberhasilannya di PCNU, di Rumah Sakit SAKINA, orangnya diam, sopan, pinter agama, pinter ngaji, tafadhu, dia adalah orang yang bisa menyatukan seluruh ulama-ulama PCNU, dan dia juga telah menyelamatkan aset-aset NU yang lama hilang, dan bersama tim aset penyelamat NU, dia dapat menemukan 35 sertipikat yang tercecer di mana-mana dapat ditemukan.” Bebernya.
Sementara itu, Gus Dulloh dihadapan pendukungnya, mengatakan “dirinya disuruh bapaknya untuk meminta ridha, restu dan ijin dari sesepuh pinisepuh se-kabupaten, supaya jadi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto yang jujur, amanah dan konsisten kerja keras membangun Kabupaten Mojokerto. Ujarnya.

Lanjutnya, dia bercerita saat dilamar Mustofa Kamal Pasa (MKP) sampai Bu Ikfina mulai awal, dan sampai tahun 2024, akhirnya dapat menerima, karena atas perintah bapaknya untuk mendampingi Bu Ikfina.
Pun demikian, dalam menerima pinangan tersebut, dirinya mempunyai syarat untuk tidak mengeluarkan dana apapun, dan itu di iya kan oleh Bu Ikfina, Ujar Gus Dulloh.
Ikfina mengatakan, dirinya mengajak bukan karena dananya, tapi orangnya. Terang Gus Dulloh
Dari situ, kok bisa di medsos, saya dikatakan nanti jadi wakil bupati pingin viral, pingin kaya, nanti digledakno.
Sejatinya jadi wakil kalau mau bekerja pasti jadi dan ada manfaatnya, yang penting bukan jabatanya, tapi yang orangnya maukah bekerja. Dan ada wakil yang merasa tidak dipekerjakan, tapi gak mau bekerja, dan mungkin memang dirinya tidak bisa bekerja.
Seorang wakil itu, pasti ada pekerjaan, kalau dirinya mau bekerja. Seorang wakil itu jangan menunggu bupatinya sakit, tapi wakil itu harus bisa berkesinambungan dengan bupati untuk menutupi yang kurang-kurang dan menutupi yang belum dikerjakan, sehingga pekerjaan itu bisa terselesaikan bersama-sama dengan tuntas, dan lelah sama-sama.
Kalau ada wakil ngomong tidak punya pekerjaan dan kakinya tidak mau bergerak, berarti wakil itu tidak pernah berorganisasi. Jelasnya.
Saya ini bukan sopir cadangan, tapi apa yang gak bisa dilakukan oleh sopir, tapi saya bisa melaksanakan. Pungkasnya.
(Jo)