Bupati Barraa Hadiri Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII

Redaksi
By Redaksi
9 Views
3 Min Read

MOJOKERTO, Jejakjurnalis.id – Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah. Karena itu, peran guru menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Hal tersebut disampaikan Bupati yang akrab disapa Gus Barra saat menghadiri Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII yang digelar Komunitas Guru Belajar Nusantara, di Pendopo Graha Maja Tama, Sabtu (6/6) siang.

Menurut Gus Barra, ketika berbicara mengenai masa depan Kabupaten Mojokerto, maka yang dibahas sejatinya adalah pendidikan dan peran penting para guru sebagai penggerak utama lahirnya generasi berkualitas.

“Ketika kita berbicara tentang masa depan Mojokerto, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang pendidikan. Dan ketika kita berbicara tentang pendidikan, pada hakikatnya kita sedang berbicara tentang para guru,” ujarnya.

Ia mengatakan, hampir setiap orang memiliki sosok guru yang membekas dalam perjalanan hidupnya. Bukan hanya karena ilmu yang diberikan, tetapi juga karena semangat, motivasi, dan keyakinan yang ditanamkan kepada para murid.

Menurutnya, profesi guru merupakan profesi yang sangat mulia karena pengaruhnya tidak berhenti ketika proses belajar mengajar selesai. Jejak pengabdian seorang guru akan terus hidup melalui keberhasilan para murid yang dibimbingnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Gus Barra menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang selama ini terus mengabdikan diri untuk mendidik dan membimbing generasi penerus bangsa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Guru Belajar Nusantara Mojokerto yang secara konsisten menghadirkan ruang belajar dan kolaborasi bagi para pendidik,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Barra juga menyoroti perubahan besar yang terjadi di dunia pendidikan akibat perkembangan teknologi dan transformasi digital. Menurutnya, di tengah kemudahan akses informasi, peran guru justru semakin penting sebagai fasilitator pembelajaran dan pembimbing karakter peserta didik.

“Guru hari ini adalah fasilitator pembelajaran, pembimbing karakter, penggerak perubahan, sekaligus inspirator bagi peserta didik,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan kualitas generasi masa depan sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidiknya saat ini. Karena itu, guru harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan diri agar mampu menjawab berbagai tantangan zaman.

Mengusung tema “Cita-Cita Kolektif Kewarganegaraan Desa Dunia”, Temu Pendidik Nusantara XIII mengajak para pendidik untuk mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Gus Barra, pendidikan tidak hanya bertugas menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, memiliki kepedulian sosial, mampu berpikir kritis, kreatif, serta berani berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Gus Barra berharap Temu Pendidik Nusantara XIII dapat menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi inspirasi, dan memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.

“Sesungguhnya investasi terbesar yang dapat kita berikan kepada daerah ini bukanlah bangunan yang megah, melainkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan siap membawa Mojokerto menjadi daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Jo)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *