Bahaya…Pembiaran Galian C Di Tengah Persawahan Penduduk

Redaksi
By Redaksi
2 Min Read

MALANG, Jejakjurnalis.id – Dengan berkedok membantu masyarakat untuk menambah penghasilan, seorang oknum melakukan kegiatan pertambangan di area persawahan yang diduga tidak mengantongi izin dari pihak yang berkompeten.

Hasil penambangan itu setiap harinya bisa mencapai 30 rit dengan diangkut Dumtruck, yang memperkerjakan sebanyak 20 orang, penggaliannya dilakukan secara manual.

BG yang mengaku sebagai pemilik tambang, mengatakan “kegiatan Tambang Galian C miliknya, tanah yang digali miliknya sendiri, dan sudah berjalan sekitar 1-2 tahun lebih dan tidak ada izin sama sekali.” Katanya. Kasembon Kabupaten Malang. Jum’at
11/04/2025

Masih BG, pihak kepala desa dan dinas pertanian juga sudah mengetahui adanya kegiatan pertambangan ini, dan sudah berkontribusi ke lingkungan yang terdampak.

“Dia juga sudah pernah dipanggil Polres terkait usaha penambangan galian C miliknya, tapi dari polres juga tidak ada sanksi apapun, makanya pertambangan ini masih berjalan sampai hari ini.” Ujarnya dengan jujur.

Atas pengakuan BG ini, sudah jelas tambang Galian C miliknya diduga ilegal. Dengan adanya pembiaran dari instansi yang berkompeten inilah BG bisa malang melintang menguasai daerah setempat, seperti jalan masuk menuju persawahan milik masyarakat yang ditengahnya lokasi galian C telah didirikan posko yang dijaga ketat oleh beberapa orang untuk menghalau siapapun kalau menuju kearah itu diharuskan melapor ke posko tersebut, dengan pertanyaan macam-macam.

Diketahui, dilahan bekas galian tersebut terlihat jelas air menggenang setinggi diatas bak Dumtruck dan ini sangat berbahaya bagi anak kecil bisa tenggelam.

Hal ini jika galian dibiarkan terus-menerus, maka ekosistem persawahan akan menjadi rusak, yang akibat kedepannya area persawahan itu akan terjadi waduk, sehingga akan menciptakan masalah dan menambah kemiskinan baru.

Disini dituntut para pengambil kebijakan terkait pertambangan, pertahanan, pertanian, ketahanan pangan, pengairan dan lainya, seharusnya lebih bijak dalam melakukan tugas dan fungsinya, karena mereka dibayar oleh uang rakyat. Bersambung.(Jo)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *