Mojokerto, Jejakjurnalis.id – Sudah hampir sepuluh tahun plengsengan Sungai Brantas di Rolak Songo perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Sidoarjo longsor tanpa adanya tindakan yang serius dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Propinsi Jawa Timur.
Longsornya tanah plengsengan tersebut mengangah bak jurang, menjadi destinasi wisata tersendiri dari masyarakat pengguna jalan di sekitar amblesnya plengsengan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Bunda Yuni warga Desa Sebani Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo saat berhenti menunggu gantian jalan melintasi jembatan kecil timurnya plengseng yang longsor tersebut. Dia mengatakan “longsor ini sudah lama sekali pak, hampir sepuluh tahunan belum diapa-apakan sama pemerintah, saya setiap hari lewat sini, jalannya gak bisa lancar, karena kalau lewat gantian, apalagi ada mobil lewat, pasti macet.” Ujarnya.
Disamping ambrolnya plengsengan tersebut, sekarang terjadi lagi disebelah selatan sungai, tepatnya di timurnya jembatan kira-kira jaraknya 50 meter, atau depan pintu masuk pemandian Jasa Tirta plengsengannya mulai ambrol dengan panjang sekitar 30 meteran.

Sedangkan disebelah barat jembatan, tepatnya di depan kantor Perum Jasa Tirta 1 Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, juga mulai ambrol penahan tanah atas plengsengan sekitar panjang 16 meteran.






