Jombang, Jejakjurnalis.id – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang terus memantau perkembangan kasus kematian sapi akibat terpapar penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Tercatat sebanyak 21 ekor sapi dilaporkan mati setelah terpapar LSD. Sebagian di antaranya dipotong paksa. Namun daging sapi yang terpapar virus LSD, menurut Dinas Peternakan Jombang diklaim masih aman dan layak dikonsumsi.
Menurut Kepala Dinas Peternakan Jombang Agus Susilo Sugioto, daging sapi yang terpapar LSD tetap aman dikonsumsi. Sebab, LSD bukan zoonosis dan tidak menular ke manusia sehingga aman dikonsumsi.
Masih menurut mantan Kasatpol PP Jombang ini, LSD hanya menyerang kulit sapi pada bagian luar. Sedangkan dagingnya dipastikan aman dan tidak terdampak LSD. Sehingga saat dipotong, dipastikan kulit sapi yang terkena penyakit itu akan disisihkan dan tidak untuk dikonsumsi.
”Jadi tetap aman dan bisa dikonsumsi,’’ jelasnya.
Agus menambahkan, sepanjang tahun 2023 tercatat 21 ekor sapi dilaporkan mati setelah terpapar penyakit LSD. Sebagian besar masih pedet atau sapi anakan. ”Tidak seluruhnya sapi yang mati akibat LSD. Sebagian dilakukan potong paksa oleh peternak sendiri,’’ urainya
Agus juga mengimbau pada masyarakat Jombang, khususnya pemilik sapi tidak perlu panik ketika ada ternak sapi yang terlanjur terpapar LSD. Agus justru meminta masyarakat atau peternak sapi selekasnya melaporkan kepada Dinas Peternakan atau Mantri sapi terdekat bila muncul gejala LSD. Seperti dintaranya demam tinggi, lemas hingga muncul benjolan pada kulit sapi. ”Secepat mungkin akan kami tangani dengan pemberian obat, vitamin dan vaksin. Sebab jika tidak dilaporkan, dikhawatirkan telat penanganan sehingga sapi bisa mati,’’ papar Agus.
Agus mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka LSD di Kota Santri. Salah satu bukti upaya ini terlihat dari 1.633 ekor sapi yang terpapar, sebanyak 921 ekor sudah berhasil disembuhkan. Namun demikian Agus tidak mengelak jika temuan baru masih ada.
Upaya juga terus dilakukan semisal, memberikan bantuan obat dan vitamin kepada peternak.
“Kita serahkan bantuan pada peternak sapi berupa obat dan vitamin saat bupati melaksanakan tarawih keliling ke desa-desa,’’ pungkasnya. (dit)






